Sejarah dan keistimewaan Maulid Akhir Khamis

Sejarah Maulid Akhir Khamis: Dari Habib Ali Al-Habsyi hingga Kwitang

Setiap bulan, Majelis Ta’lim Alhabib Ali Alhabsyi di Kwitang, Jakarta Pusat menggelar Maulid Akhir Kamis — salah satu tradisi Maulid Nabi tertua dan paling dikenal di Indonesia. Namun tidak banyak yang tahu bahwa tradisi ini punya perjalanan sejarah panjang, melintasi tiga kota, sebelum akhirnya menetap di Kwitang. Berikut kisahnya, berdasarkan keterangan yang beredar di kalangan jamaah Maulid Akhir Khamis.

Asal Mula: Syair Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi

Pertanyaan “apa istimewanya Maulid Akhir Khamis?” sebenarnya sudah dijawab sejak lama oleh pelaksana pertamanya sendiri, yaitu Sayyidil Imam Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi — penyusun Maulid Simtudduror yang masyhur. Dalam salah satu bait syair qasidahnya, beliau menjelaskan di hadapan jamaah yang hadir pada masa itu, dalam peringatan Maulid Akhir Khamis di zamannya:

يا حضرين اسمعوا قولي وشلوا الذنوب
من بعد ذا اليوم مولانا علينا يتوب
يغفر زللنا ومي محو كل وزر وحوب
وقفه تقع ما كما هافي بلاد السلوب
يحضربها المصطفى واله واهل الغيوب

Syair ini sering diterangkan di setiap acara Maulid Akhir Khamis. Untuk pemahaman makna yang lebih tepat, sebagaimana disarankan dalam sumber keterangan ini sendiri, silakan ditanyakan langsung kepada para ulama dan guru setempat.

Sempat Terhenti, Lalu Dilanjutkan Lintas Kota

Maulid Akhir Khamis pernah terhenti atas permintaan pemerintah pada masa Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Namun dengan isyarah dari Rasulullah SAW, ditunjuklah salah satu murid beliau, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, untuk melanjutkan penyelenggaraan Maulid tersebut.

Habib Muhammad bin Idrus memilih Pulau Jawa sebagai tempat penyelenggaraan. Perjalanannya berpindah-pindah kota:

  • Jatiwangi, Cirebon — lokasi penyelenggaraan pertama.
  • Kota Bogor — setelah berpindah dari Cirebon.
  • Masjid Ampel, Surabaya — tujuan akhir setelah mendapat tekanan di lokasi sebelumnya.

1919: Mandat Berpindah ke Habib Ali Kwitang

Pada peringatan Maulid Akhir Khamis tahun 1919 M di Masjid Ampel, Surabaya, Al-Habib Muhammad bin Idrus menerima isyarah dari Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi agar penyelenggaraan Maulid Akhir Khamis diserahkan kepada Al-Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi — yang lebih dikenal sebagai Habib Ali Kwitang.

Saat itu, Habib Ali Kwitang memang sedang didaulat oleh Habib Muhammad bin Idrus untuk menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah yang hadir. Setelah itu, mandat penyelenggaraan Maulid Akhir Khamis pun resmi diserahkan kepadanya.

Setelah menerima mandat tersebut, Habib Ali bermimpi bertemu Rasulullah SAW (dalam satu riwayat disebutkan bertemu dalam keadaan terjaga). Dalam pertemuan itu, Rasulullah menegaskan mandat tersebut kepada Habib Ali, agar beliau lebih bersemangat menyelenggarakannya di kemudian hari.

1920–1921: Dari Tanah Abang ke Jamiyatul Khair

Pada tahun 1920 M, Habib Ali Alhabsyi Kwitang mulai menyelenggarakan Maulid Akhir Khamis di jalan raya depan Masjid Al-Makmur, Tanah Abang — dihadiri puluhan ribu jamaah. Setahun kemudian, pada 1921 M, penyelenggaraannya dipindahkan ke depan Jamiyatul Khair, tidak jauh dari lokasi sebelumnya, sebelum akhirnya menetap di Kwitang hingga sekarang.

Maulid Akhir Khamis di Kwitang Hari Ini

Tradisi yang telah berjalan lebih dari satu abad ini terus berlangsung setiap bulan di Majelis Ta’lim Alhabib Ali Alhabsyi, Kwitang, Jakarta Pusat. Untuk jadwal terdekat, silakan baca rangkaian acara Maulid Akhir Khamis & Ziarah Akbar Kwitang, atau lihat jadwal lengkap majelis se-Jabodetabek lainnya di Jadwal Maulid, Haul & Ziarah Akbar.

Tanya Jawab Seputar Maulid Akhir Khamis

Siapa yang pertama kali menyelenggarakan Maulid Akhir Khamis?
Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, penyusun Maulid Simtudduror, adalah pelaksana pertama peringatan Maulid Akhir Khamis.

Mengapa Maulid Akhir Khamis identik dengan Kwitang?
Karena sejak tahun 1919 M, mandat penyelenggaraannya diserahkan kepada Al-Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi (Habib Ali Kwitang), yang kemudian menetapkannya di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat hingga sekarang.

Di kota mana saja Maulid Akhir Khamis pernah diselenggarakan sebelum di Kwitang?
Tercatat pernah diselenggarakan di Jatiwangi (Cirebon), Kota Bogor, Masjid Ampel (Surabaya), lalu Tanah Abang dan Jamiyatul Khair, sebelum akhirnya menetap di Kwitang.

Artikel ini disusun berdasarkan keterangan sejarah yang beredar di kalangan jamaah Maulid Akhir Khamis. Jika ada koreksi atau tambahan informasi, silakan kabari kami melalui WhatsApp di 0851-5652-6907.

Sebagian jamaah biasa menyiapkan perlengkapannya sejak jauh hari — mulai dari pakaian yang rapi, wewangian, hingga bacaan wirid yang dibawa serta.

Salah satu yang bisa dilihat: Algaf – Buhur kerucut Algaf isi 25 & 50 | Bukhur Dupa krucut | Aroma Terapi | Pengharum Ruangan.

Tautan afiliasi — majelis.info memperoleh komisi kecil, tanpa menambah harga yang antum bayar.

Catatan: Artikel ini disusun dan ditinjau dibantu AI berdasarkan sumber rujukan. Mohon maaf apabila ada kekeliruan atau kesalahan — silakan kabari kami via WhatsApp di 0851-5652-6907 agar segera diperbaiki.
Leave a reply