Simak Pesan Buya Yahya sebelum Daftar Pesantren Al-Bahjah

Pesantren Al Bahjah punya siapa?

Pesantren Al Bahjah membuka donasi bagi siapa saja yang ingin ikut andil dalam mengkader para juru dakwah dan pendidik agama, salah satunya adalah program Orangtua Asuh, sehingga dapat dikatakan bahwa Ponpes Al Bahjah milik umat. Namun pendiri Yayasan dan Pengasuh Pesantren LPD Al Bahjah adalah Buya Yahya (Prof. Yahya Zainul Ma’arif, Lc., M.A., Ph.D.)

Apa nama Pesantren Buya Yahya?

Al-Bahjah Pontren menaungi beberapa madrasah, diantara namanya adalah Pondok Pesantren Tafaqquh untuk santri dewasa, dan santri penghafal Quran dibina dalam program yang namanya Pesantren Tahfidz Al-Bahjah.

Berapa Biaya Pendaftaran Pesantren Al Bahjah?

Hingga saat ini biaya pendaftaran Pesantren Al Bahjah seringkali berubah. Untuk informasi yang valid, silahkan hubungi Pengurus di website resmi psb.albahjah.or.id

Berapa lama mondok di Al Bahjah?

Secara idealnya menurut jenjang pendidikan Pesantren Al Bahjah, santri menjalani 3 tahun fokus menghafal Quran, 3 tahun memahami hafalannya atau dan diprogram pemantapan kitab kuning serta bahasa Arab, kemudian 1-2 tahun khidmah. Tidak ada ketentuan khusus berapa lama santri tinggal di ponpes Al Bahjah. Namun seluruh Santri diharapkan dapat berjuang sampai kapanpun bersama Al Bahjah meskipun sudah tidak mondok di Al Bahjah lagi sebagai lulusan atau alumni Pondok Pesantren Al Bahjah.

Kapan anak santri Al Bahjah pulang?

Santri Ponpes Al Bahjah hanya memiliki jatah pulang ketika liburan idul fitri dan pulang ketika memenuhi syarat ketentuan khusus.

Coba Anda bayangkan setelah melalui tahap pendaftaran pesantren tapi akhirnya tidak lulus seleksi, alangkah disayangkannya. Tapi setelah paham pesan Buya Yahya Pengasuh Pesantren Al Bahjah, Anda lebih siap untuk menghadapi pendaftaran Ponpes manapun.

Pesantren adalah istilah Indonesia seperti Islamic Boarding School. Artikel ini menjelaskan beberapa tips kiat sukses dari pendaftaran Pesantren Al Bahjah dan pesantren lainnya, serta manfaat masuk pesantren, seperti menambah ilmu agama, pembentukan karakter, dan bersosialisasi dengan santri lain.

Ini menyarankan untuk menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, menghubungi sekolah untuk mengajukan pertanyaan, dan meneliti sekolah sebelum mendaftar. Sekolah-sekolah ini menawarkan lingkungan belajar yang unik yang berpusat di sekitar ajaran, nilai, dan budaya Islam.

Bersiap Pendaftaran Ponpes Al Bahjah 2022/2023

Bersiap Pendaftaran Ponpes Al Bahjah 2022/2023

Pendidikan keagamaan seperti ini adalah cara yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada anak-anak dan membantu mereka untuk menjadi orang yang bermoral dan berintegritas. Orang tua dapat mempertimbangkan untuk mendaftarkan anak-anak mereka di salah satu sekolah ini.

Bagaimana pesan Buya Yahya perihal Pendaftaran Pesantren Al Bahjah Cirebon 2022/2023. Sangat disayangkan ada santri daftar Ponpes tanpa memperhatikan pesan Pengasuh sehingga tidak lulus tes, atau lanjut mondok tapi gagal, termasuk di Pesantren Al Bahjah asuhan Buya Yahya. Perhatikan syarat dan ketentuannya.

Tahun ajaran baru dibuka untuk pendaftaran Pesantren Al Bahjah 2022/2023, ada yang satu gelombang, ada yang hingga dua gelombang pendaftaran.

Biasanya pendaftaran Pesantren Al Bahjah gelombang-2 dibuka karena mengikuti selesainya aktivitas sekolah luar atau pendidikan formal. Sedangkan gelombang-1 dibuka jauh sebelum bulan puasa Ramadhan.

Saat ini, untuk tahun ajaran 2022/2023 Pesantren Al Bahjah pendaftarannya sudah menutup pendaftaran gelombang-1, tinggal gelombang-2. Pendaftaran Tahfidz sudah berjalan, adapun Pendaftaran Tafaqquh dibuka kembali pada permulaan Bulan Puasa Ramadhan.

Persiapan Daftar Mondok Pesantren

Jauh sebelum berfikir bagaimana caranya untuk daftar Pondok Pesantren dan menjadi Santri, memperhatikan kesiapan adalah yang utama dilakukan, baik siap moril hingga materil. Kemudian melangkah kepada mencari pesantren terbaik sesuai kesiapan dan kebutuhan.

Setelah menemukan beberapa ponpes pilihan, maka istikhoroh dan silaturahim ke Ulama atau Kyai terdekat adalah langkah yang tepat agar berdiskusi untuk menemukan pesantren terbaik baik anak.

Memastikan Pilihan Pesantren Terbaik

Tips Memilih Pesantren Yang Baik

Setelah pilihan Ponpes mengerucut, jangan terburu-buru untuk lanjut ke pendaftaran Pesantren, karena belum diketahui bagaimana sosial budaya di lingkungan Ponpes, model pendidikan dan kepengasuhan Ponpes, apakah cocok bagi anak dan Orangtua, dan lain sebagainya.

Dalam acara “Buya Yahya Menjawab” yang disiarkan di kanal YouTube “Albahjah TV,” Buya Yahya memberikan pandangan dan kriteria yang penting dalam memilih pondok pesantren sebagai tempat belajar agama. Pertanyaan diajukan oleh seorang pemirsa, Rosalina, yang ingin tahu bagaimana memilih pondok pesantren yang tepat bagi anak-anak, terutama ketika orang tua memiliki pengetahuan agama yang terbatas.

Buya Yahya menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan pondok pesantren sebagai tempat belajar agama. Dalam bahasanya yang jelas dan tegas, Buya Yahya menyoroti tiga aspek utama yang menjadi dasar dalam pemilihan tempat belajar agama:

  1. Kualitas Guru: Pertama-tama, pemilihan pondok pesantren harus memperhatikan kualitas guru. Guru yang mengajar di pondok pesantren harus memiliki pengetahuan agama yang kuat dan kompeten. Karena saat anak-anak masuk ke suatu tempat belajar, mereka akan menyerahkan diri kepada guru-guru di sana. Kualitas guru menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas pendidikan agama.

  2. Kepatuhan Terhadap Syariah: Penting untuk memastikan bahwa pondok pesantren tersebut benar-benar mengikuti ajaran syariah Islam. Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, termasuk dalam hal halal-haram, harus menjadi fokus utama. Jika pondok pesantren tidak memperhatikan hal ini, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka tidak berorientasi pada pendidikan agama yang sesuai dengan ajaran Islam.

  3. Kebersihan Fisik dan Spiritual: Kebersihan tempat belajar adalah faktor penting. Pesantren yang baik akan memastikan bahwa lingkungan fisik dan spiritual dijaga dengan baik. Kebersihan menjadi cermin dari kesucian dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip agama.

Buya Yahya menegaskan bahwa pemilihan pondok pesantren harus dilakukan dengan cermat. Keputusan tersebut akan berdampak besar pada pembentukan karakter dan pemahaman agama anak-anak. Dalam mengambil keputusan, orang tua harus memastikan bahwa pondok pesantren yang mereka pilih memenuhi standar yang telah diuraikan Buya Yahya dalam acara “Buya Yahya Menjawab” ini.

Dengan demikian, pemirsa diberikan panduan yang jelas dan komprehensif mengenai faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih pondok pesantren sebagai tempat belajar agama bagi anak-anak mereka.

Sebelum Melangkah ke Pendaftaran Pesantren Al Bahjah

Mendaftar ke Pondok Pesantren salaf tidak sama dengan mendaftar mondok ke Islamic Boarding School, walaupun secara translite; Ponpes adalah Islamic Boarding School. Hanya perbedaannya, Islamic Boarding School biasanya terdapat di Pesantren modern yang memiliki sekolah formal dan terdapat ijazah.

Sehingga yang perlu diperhatikan juga dalam hal pendaftaran Pondok Pesantren adalah soal ijazah, sejauh mana kepentingan atau kebutuhannya, apakah Orangtua rela dan ikhlas jika cukup mengandalkan ridho Guru dan mengikhlaskan bagaimana arahan Guru saja.

Daftar mondok di Ponpes tertentu memiliki prosedur atau ketentuan khusus, meskipun terdapat ijazah tapi berupa ijazah pendidikan kesetaraan, atau bahkan Peserta Didik diharapkan untuk khidmah terlebih dulu sebagai Pengajar atau Pengurus Pondok sebelum dapat mengambil ijazah tersebut sesuai arahan Kyai.

Perbedaan Antar Pesantren di Indonesia

Indonesia identik dengan Bhineka Tunggal Ika, dengan suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam, bahkan banyak berbeda antar agama dan pendidikan.

Namun untuk pendaftaran Pesantren bagi anak, perbedaan aqidah suatu lembaga bukanlah suatu hal wajar atau ringan untuk diabaikan, karena penyesalannya akan berdampak di dunia hingga akhirat.

Berbeda sistem pendidikan di Ponpes tidaklah menjadi masalah, begitu juga berbeda dalam hal cara pembelajaran, berbeda prinsip ekonomi, ataupun berbeda dalam hal pelayanan umum. Namun perlu ditekankan sekali lagi bahwa perbedaan akidah sangat berkaitan dengan akhlak dan keselamatan Orangtua juga.

Apa ada rekomendasi untuk bisa ikut pendaftaran Pesantren Al Bahjah disana? 

Persiapan Calon Santri Masuk Pondok Pesantren

Yang Perlu Diperhatikan Untuk Jadi Santri Al Bahjah

Yayasan Lembaga Pengembagan Dakwah bidang Pendidikan Pesantren (Non Formal) ini menaungi pendidikan anak usia dini hingga santri dewasa penghafal Quran yang dilanjut dengan pemantapan kitab kuning, fiqih dan bahasa Arab. 

Dengan dibuka Pendaftaran, Pesantren Al Bahjah berkomitmen untuk mencetak kader pendidik dan juru dakwah yang dapat menjadi duta pada peradaban kemuliaan sesuai visi misi Al Bahjah.

Dalam sesi tanya-jawab yang hangat dan penuh inspirasi di kanal YouTube “Albahjah TV,” Buya Yahya menjawab pertanyaan seorang pemirsa yang bersemangat. Dalam pertanyaannya, pemirsa tersebut menyampaikan keinginannya untuk memahami Islam dengan baik, terutama di lingkungan rumah, dan juga berharap dapat belajar di Pondok Al Bahjah. Buya Yahya memberikan panduan yang berharga bagi mereka yang ingin mengejar ilmu agama dengan tekun.

Buya Yahya menggarisbawahi beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh calon santri:

  1. Kemampuan Keuangan: Buya Yahya menekankan bahwa Pondok Al Bahjah terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Bagi yang mampu secara finansial, mereka boleh-boleh saja berkontribusi dengan donasi dan dukungan keuangan. Namun, yang tidak benar adalah jika seseorang yang mampu berpura-pura tidak mampu. Kehonestan dalam urusan finansial sangat ditekankan, dan solusi akan ditemukan untuk mereka yang tidak mampu.

  2. Program Pendidikan: Buya Yahya menjelaskan bahwa di Pondok Al Bahjah, ada berbagai program pendidikan, termasuk program tafaqqahu dan dakwah.com. Calon santri dianjurkan untuk datang dengan kejujuran dan menyampaikan keadaan mereka. Semua akan diterima dengan berdasarkan kondisi masing-masing, tetapi kejujuran adalah hal yang paling penting.

  3. Istiqamah Dalam Belajar: Buya Yahya menyoroti pentingnya istiqamah dalam belajar ilmu agama. Kondisi lingkungan bisa sangat mempengaruhi kemampuan untuk tetap istiqamah dalam belajar. Di pondok, peraturan dan waktu yang ketat akan membantu siswa untuk tetap fokus. Hal ini juga berlaku untuk waktu tahajud yang bisa difokuskan dengan baik.

  4. Kontribusi Positif: Buya Yahya menggarisbawahi bahwa menjadi santri tidak hanya tentang belajar agama, tetapi juga tentang berkontribusi positif kepada masyarakat. Santri diharapkan menjadi bagian dari perubahan positif dan membantu masyarakat sekitar.

Dengan memberikan panduan yang jelas dan tegas, Buya Yahya mengingatkan para calon santri untuk selalu jujur, berjuang untuk kebaikan, dan berkomitmen dalam belajar ilmu agama. 

Buya Yahya menjelaskan dengan seksama konsep pendidikan yang akan diterapkan di Pondok Al Bahjah di masa yang akan datang. Pertanyaan ini muncul karena ada perbedaan konsep pendidikan antara daerah Sumatera Barat dengan wilayah lain di Indonesia.

Buya Yahya juga dengan tegas menguraikan pandangan pendidikan yang akan diadopsi oleh Pondok Al Bahjah:

  1. Program Pendidikan Pesantren: Buya Yahya mengungkapkan bahwa Pondok Al Bahjah memiliki program khusus untuk mencetak ulama, yaitu program Tafaqquh Fiddin. Tujuannya adalah mencetak ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama. Para santri yang memilih program ini diharapkan memiliki ketahanan dan tekad kuat. Buya Yahya juga menjelaskan bahwa Pendidikan Pesantren juga memiliki program Tahfidz, di mana siswa diajarkan untuk menghafal Al-Quran dan membiasakan lingkungan yang religius. Santri yang memilih program ini selanjutnya akan mendapatkan beasiswa (sesuai ketentuan) untuk memperdalam pengetahuan agama dan dikembangkan sebagai ulama yang kompeten dalam syariah Islam.

  2. Program Pendidikan Formal (Sekolah): Selain program Tafaqquh Fiddin, Pondok Al Bahjah juga menyediakan program sekolah seperti SMP dan SMA. Namun, aturan dan peraturan di Pondok tetap akan diterapkan dengan ketat untuk menjaga akhlak dan kedisiplinan siswa. Anak-anak dari Pondok ini bisa melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai jurusan, termasuk kedokteran, yang tersedia di beberapa universitas, termasuk Unsri.

  3. Syarat untuk Santri: Buya Yahya menjelaskan bahwa penting bagi para calon santri untuk mengikuti prosedur yang berlaku. Mereka yang pernah mondok di tempat lain harus memiliki izin tertulis dari kyai sebelum bisa diterima di Pondok Al Bahjah. Hal ini dilakukan untuk mencegah konflik dan perpindahan santri yang tidak terkendali.

Dengan jelas, Buya Yahya menggarisbawahi perlunya ketulusan, kejujuran, dan ketekunan dalam mengejar ilmu. Program yang beragam ditawarkan oleh Pondok Al Bahjah, sehingga setiap individu dapat memilih sesuai dengan aspirasi dan tujuan mereka. Dengan demikian, Pondok Al Bahjah berkomitmen untuk mencetak generasi yang berakhlak dan memiliki ilmu yang mendalam.

Pesan akhir yang disampaikan adalah untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Ala Nabi Muhammad, sebagai ungkapan cinta dan penghargaan kepada Rasulullah.

Semoga video ini memberikan panduan dan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat yang berkeinginan belajar di Pondok Al Bahjah.

Mengenal Pesantren Al Bahjah asuhan Buya Yahya

Ciri khas yang dikukuhkan dari Pesantren Al Bahjah, yang mungkin berbeda dengan Pondok Pesantren di Indonesia lainnya adalah manhaj akidah.

Al Bahjah yang didirikan dan saat ini diasuh oleh Buya Yahya menggegam paham ajaran agama islam yang ahlussunnah wal jamaah (aswaja), manhaj Asy’ariyyah / Maturidiah, Shufiyyah, dan fiqih mengikuti 4 Imam Madzhab, namun Al Bahjah tidak termasuk ke dalam organisasi islam manapun.

Sehingga tes seleksi pendaftaran Pesantren Al Bahjah dalam acara PSB (penerimaan santri baru), agenda utama dan pertamanya adalah wawancara calon Santri dan Orangtua Walisantri. Kemudian ada tes kemandirian dengan istilah mabit, yaitu calon santri pendaftar melaksanakan kegiatan (simulasi) mondok selama 3 hari sesuai materi dan ketentuan.

Materi tes akan kami share di bawah, namun untuk pendaftaran Pesantren Al Bahjah 2022/2023 dan setiap tahun ajaran ada baiknya menghubungi Humas atau Admin PSB Ponpes secara langsung.

Cara terbaik melakukan pendaftaran di Ponpes Al Bahjah ini adalah dengan kebulatan tekad Orangtua, kemauan dan kesiapan mental anak, serta kesiapan materil untuk anak dan Orangtua Walisantri, minimal tersedia bekal secukupnya dan perhatian semaksimal mungkin namun tanpa melewati batas. Ada jadwal liburan pulang yang ditentukan, ada keperluan pokok yang harus dipenuhi, dan lain sebagainya.

siap lulus di agenda pendaftaran pesantren al bahjah buya yahya

santri albahjah buya yahya

Kemudian dalam menjalani alur pendaftaran Pesantren Al Bahjah, jika siap untuk melaksanakan tes wawancara dan mabit, maka penting juga memperhatikan hafalan, ini termasuk ke dalam agenda tes akademik dalam pendaftaran Pesantren Al Bahjah.

Materi tes hafalan ini agar Pengurus bisa mengetahui daya hafal calon Santri, serta memahami apakah calon Santri tersebut mampu untuk melanjutkan pendaftaran Pesantren Al Bahjah dan menjalani kegiatan di Pondok Pesantren Buya Yahya ini.

Bagaimana Pendidikan Buya Yahya Terhadap Santrinya

Setiap Pengasuh Ponpes, atau Kyai, memiliki metode tersendiri dalam mengasuh dan mendidik santrinya. Sebagian besar didikan para Pengasuh mengikuti ajaran atau prinsip dari Guru, Gurunya Guru, hingga sambung kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Buya Yahya di Dalwa - pendaftaran Pesantren Al Bahjah

Buya Yahya di Ponpes Dalwa

Di Pesantren Al Bahjah, Buya Yahya mendidik para Santri sebagaimana Guru beliau mendidik, sehingga selain dari Wawasan Ilmu, Buya Yahya mendidik sesuai pengalaman beliau semasa jadi santri di Pondok Pesantrennya dulu. Kisah unik yang inspiratif ini dapat kita lihat melalui tayang berikut

Kisah Buya Yahya semasa mondok jadi santri

Bukan hanya kepada Orangtua, Buya Yahya juga sangat berbakti kepada para Guru yang mendidiknya. Beliau paham betul keberkahan anak santri yang berbakti kepada Orangtua, dan bagaimana kegagalan anak santri ketika durhaka, termasuk kepada Guru.

Dengan berbakti kepada Guru dan Orangtua, membaca kisah salafu shalih, adalah modal utama untuk anak lulus dalam Pendaftaran Pesantren Al Bahjah ataupun Ponpes terbaik pilihannya. Namun dari sisi Orangtua, ini juga perlu diperhatikan, apakah sudah ikhlas melepas anaknya mondok di pesantren.

Agar Wali Santri Mudah Melepas Anaknya Mondok

Dalam video ini, Buya Yahya memberikan nasihat kepada seorang orang tua yang ingin menyakinkan anaknya untuk mondok (tinggal di pondok pesantren). Berikut adalah poin-poin utama dari nasihatnya:

  1. Keselamatan Anak: Buya Yahya mengatakan bahwa keputusan untuk menghantarkan anak ke pondok pesantren adalah langkah yang baik karena pondok pesantren merupakan tempat yang aman untuk mendidik dan melindungi anak dari godaan dan gangguan di luar.

  2. Persiapan Mental: Buya Yahya menekankan pentingnya persiapan mental, baik dari sisi orang tua maupun anak. Orang tua harus yakin dan bersiap mental bahwa anak akan mondok, sementara anak harus diajak diskusi tentang pondok pesantren dan diberikan pemahaman yang baik.

  3. Keinginan Anak: Buya Yahya menyatakan bahwa anak harus diajak untuk merasakan bahwa ia ingin mondok, bukan dipaksa. Ini dilakukan melalui pendekatan lembut, pembicaraan, dan pemahaman yang mengenalkan kebaikan dan manfaat mondok.

  4. Pahala: Buya Yahya menyarankan orang tua untuk mengungkapkan harapan bahwa anaknya dapat menjadi anak yang baik dan soleh. Ini dapat membantu anak merasa bersemangat untuk mondok dengan alasan mendapatkan pahala dan kebaikan.

  5. Marah dalam Mendidik Agama: Buya Yahya menekankan bahwa dalam mendidik anak tentang agama, kelembutan dan kasih sayang lebih penting daripada marah. Anak perlu diajar dengan cinta dan akhlak yang baik. Meskipun ada saat-saat ketika marah diperlukan, marah tersebut harus bersifat berwibawa dan penuh makna.

  6. Pendekatan Kasih Sayang: Marah tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya metode pendidikan. Anak perlu mendapatkan pemahaman yang baik dan pendidikan yang lembut dalam agama. Selain itu, anak juga perlu mendapatkan contoh teladan yang baik dari orang tua.

  7. Pendekatan Keuangan: Buya Yahya juga membahas biaya mondok. Orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik tentang biaya mondok dan menyediakan dana dengan baik untuk mendukung pendidikan anak di pondok pesantren. Ini termasuk biaya sekolah dan uang saku anak.

  8. Komunikasi dan Kepahaman: Orang tua harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak dan memahami perjuangan serta pengorbanan anak di pondok pesantren. Dengan pemahaman ini, orang tua dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada anak mereka.

Nasihat Buya Yahya mencerminkan pentingnya persiapan mental dan pendekatan yang lembut dalam mendidik anak untuk mondok di pondok pesantren. Hal ini harus dilakukan dengan cinta, pemahaman, dan dukungan yang kuat dari orang tua agar anak merasa semangat dan terinspirasi untuk mengejar pendidikan agama di pondok pesantren.

Sekarang Wali Santri sudah mampu melepas anaknya untuk mondok di Pesantren, saling bekerja sama dengan Pengasuh dan Para Pengurus untuk kesuksesan pendidikan anaknya di Ponpes. Tapi si anak santri tidak betah mondok, bagaimana cara Orangtua bersikap saat anaknya tidak betah mondok?

Apakah langsung cabut, atau dibiarkan saja? Berikut nasihat tausiyah Buya Yahya bagaimana sikap Orangtua saat anak santrinya tidak betah

Sikap Wali Santri Saat Anak Tidak Betah

Dalam pesan di kanal YouTube “Albahjah TV,” Buya Yahya memberikan nasihat kepada seorang ayah yang merasa khawatir dengan keluhan anaknya yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren. Ayah tersebut mengatakan bahwa anaknya ingin pulang dari pondok karena merasa tidak betah. Buya Yahya memberikan beberapa pandangan penting terkait situasi ini.

Buya Yahya menekankan bahwa sebagai orang tua, kita harus menjalankan peran sebagai pembimbing dan pendidik anak, bukan hanya sebagai pembela anak. Kita harus memiliki keseimbangan antara mendengarkan keluhan anak dan memberikan bimbingan yang benar.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa tidak semua keluhan anak harus diterima begitu saja, karena anak seringkali mengungkapkan perasaannya dengan berlebihan atau mengada-ada. Sebagai orang tua, kita harus bijak dalam menanggapi keluhan anak dan mencari akar masalah yang sebenarnya.

Selain itu, Buya Yahya mengingatkan para orang tua untuk tidak langsung menelan mentah-mentah omongan anak mereka, terutama jika itu berkaitan dengan pondok pesantren atau sekolah. Sebaliknya, kita harus berbicara dengan anak, mencari tahu lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi, dan berkomunikasi dengan pengurus pondok pesantren jika diperlukan.

Buya Yahya juga mencatat bahwa pondok pesantren atau sekolah mana pun tidak akan sempurna. Setiap tempat belajar pasti memiliki kekurangan, dan inilah yang perlu kita sadari sebagai orang tua. Namun, daripada hanya mengeluh atau memprotes, kita harus aktif mendukung dan berperan dalam menjaga kualitas pendidikan anak kita di pondok pesantren.

Nasihat Buya Yahya mencerminkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dan menjaga kebaikan pendidikan mereka. Keseimbangan antara mendengarkan anak, mencari solusi yang benar, dan mendukung pendidikan anak di pondok pesantren adalah kunci dalam menjalani peran sebagai orang tua.

Siap Tes Seleksi Pendaftaran Pesantren Al Bahjah

Seorang anak yang dipersiapkan dengan baik oleh Orangtuanya agar mondok kelak mungkin dapat mudah beradaptasi dengan lingkungan dan kegiatan di Pondok Pesantren, namun bagaimana dengan yang persiapannya terlalu mepet, anak tahu apalagi terbiasa dengan kegiatan dan lingkungan Ponpes?

Jika memang punya tekad dan niat yang lurus, berkomitmen untuk lanjut ke pendaftaran Pesantren, Al Bahjah misalnya, maka kenali bagaimana jadwal harian di Ponpes Al Bahjah. Berikut ini dapat lihat jadwal kegiatan Santri dan Bacaan Dzikir Shalat Ponpes Al Bahjah

Ada beberapa materi tes akademik, yang kalau tidak tahu sebelumnya maka akan cukup bikin kaget, terlebih bagi calon santri yang masuk pendaftaran Pesantren Al Bahjah hanya sekedar ikut-ikutan, apalagi terpaksa. Maka perlu jauh-jauh hari mempersiapkan diri agar dapat mengikuti tes seleksi PSB Ponpes Al Bahjah, syukur-syukur kalau diterima dan lulus tanpa syarat.

Buya Yahya bersama santri menyemangati para peserta pendaftaran Pesantren Al Bahjah

Buya Yahya di Pesantren Al Bahjah bersama Santri – @buya_albahjah

Berikut dapat dilihat daftar kumpulan materi pengetesan PSB Tafaqquh Ponpes Al Bahjah

Ada 2 materi hafalan yang akan lebih mudah jika tidak dihafalkan, terus gimana caranya?! Materi tes seleksi ini akan lebih mudah jika sering disimak, diikuti, maka insyaallah akan hafal dengan sendirinya, tinggal diulang-ulang kemudian disetorkan kepada Guru, Orangtua, atau teman terdekat. Materi tersebut adalah hafalan 57 bait nazham Aqidatul Awam dan Al Quran juz 30.

Aqidatul Awam 

https://youtu.be/aogBwy_3cXc

Al Quran Juz Amma

https://youtu.be/E0_MUH8L7YA

Jika Tidak Memenuhi Syarat Pendaftaran PesantrenAl Bahjah

Ada yang minat mondok, tapi sayangnya tidak memenuhi persyaratan, bagaimana solusinya. Pertanyaan seperti ini banyak ditemukan. Maka yang terpenting adalah ikhlas dan perbaharui niat, tidak perlu memaksakan, dan jika ingin mencoba silahkan hubungi kontak Admin atau Pengurus Ponpes Al Bahjah.

Mungkin Anda dapat lanjut beraktivitas seperti biasa, namun jangan berkecil hati atau putus semangat untuk menuntut ilmu. Apakah mondok itu harus? Apakah dengan ngaji di luar Ponpes dapat tergolong sebagai santri? Berikut ini Buya Yahya menjawab

Dalam pesan singkat yang disampaikan di kanal YouTube “Albahjah TV,” Buya Yahya mengundang pemirsa untuk berguru bersama dan menggali berbagai materi kajian dalam bentuk flashdisk MP3 yang dipersembahkan olehnya.

Buya Yahya menerima pertanyaan seorang pemirsa yang ingin tahu apakah mereka yang belajar agama di luar pondok pesantren dapat disebut sebagai “santri.” Buya Yahya dengan penuh kebijaksanaan menjelaskan bahwa zaman Nabi Muhammad Shallallahu Ala Nabi Muhammad tidak ada istilah pesantren seperti sekarang. Mesjid berperan sebagai pusat agama dan budaya, dan ide pembentukan pesantren muncul sebagai respons terhadap perubahan zaman yang semakin kompleks.

Buya Yahya menggarisbawahi bahwa pesantren adalah tempat yang sangat baik untuk membentuk karakter dan menjauhkan diri dari godaan dunia yang sering mengganggu konsentrasi belajar agama. Di pesantren, anak-anak dapat mendapatkan perlindungan dari godaan yang datang dari berbagai arah, termasuk pengaruh buruk di media sosial.

Namun, Buya Yahya juga menekankan bahwa berguru dan belajar agama tidak harus terbatas pada pesantren. Orang yang tidak bisa tinggal di pesantren dapat berguru dengan ulama, habaib, atau guru-guru agama yang ada di sekitarnya. Hal yang paling penting adalah memiliki mahabbah, cinta yang mendalam kepada guru dan ulama yang mengajar, serta hormat yang tulus kepada mereka. Dengan pendekatan ini, seseorang dapat memperoleh manfaat besar dalam belajar agama, meskipun tidak berada di pesantren.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa tidak semua orang di luar pesantren adalah buruk, dan sebaliknya, tidak semua santri di pesantren adalah baik. Kesombongan harus dihindari, dan kita harus berpegang teguh pada aqidah yang benar. Selama kita memiliki guru yang benar dan berpegang teguh pada aqidah yang benar, kita dapat belajar agama dengan aman dan bermanfaat.

Dengan pesan bijak ini, Buya Yahya mengingatkan kita bahwa yang terpenting adalah niat tulus untuk belajar agama, mahabbah pada guru, dan konsistensi dalam berpegang pada aqidah yang benar, tidak peduli di mana kita belajar. Semua ini adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat iman kita.

Pesan Buya Yahya kepada Wali Santri

Tidak lengkap rasanya jika belum membaca pesan nasihat dan motivasi dari Buya Yahya, berikut kami kutip dari berbagai sumber terpercaya, termasuk dari chanel Youtube resmi @AlbahjahTV, situs resmi Yayasan albahjah.or.id dan buyayahya.org

Siapa yang tidak merindukan surga? semua orang percaya pasti ingin masuk surga. Yahya Zainul Ma’arif (biasa disapa dengan panggilan Buya Yahya), Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pengurus Pondok Pesantren Al-Bahjah mengatakan bahwa ada tempat di dunia nyata yang disebut Taman Surga.

Beliau mengatakan bahwa salah satu tempat yang menjadi taman surga di dunia adalah Pondok Pesantren. Karena pesantren adalah tempat dimana ilmu agama diajarkan. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.

Oleh karena itu, salah satu dari setiap orang yang ingin pergi ke Taman Surgawi di dunia menjadi seorang Santri di Pesantren. Di Ponpes seorang santri dapat menikmati ilmu, kesehariannya menikmati wahyu Allah dalam bacaan Al-Qur’an, setiap kali bibirnya dibasahi dengan dzikir, dan pada malam hari ia dapat menikmati hubungan yang sangat dekat dengan Allah Ta’ala.

Buya Yahya mengingatkan bahwa tidak ada yang senang masuk ke Taman Surga kecuali Ahli Surga. Oleh karena itu, murid di Ponpes (santri) harus mensyukuri nikmat yang besar ini. Kalau merasa jatuh bangunlah. Jika bosan dengan bermacam aturan, hati perlu diperiksa.

Ketiadaan orang tua di sisi adalah hal yang wajar menimbulkan rindu. Semua anak merasakan hal ini. Namun, semua ilmu yang dipelajari di pesantren juga menjadi kebaikan bagi orang tua. Bukankah itu sukacita tidak seperti yang lain. Pesantren benar-benar tidak seperti rumah sendiri. Kasur empuk tidak ada, makan pun seadanya, fasilitas terbatas. Namun nyatanya Allah Ta’ala menggiring santri pondok pesantren ke taman surga.

Buya Yahya mengingatkan kondisi lingkungan di luar pesantren jauh dari rahmat Allah Ta’ala. Di mana perzinahan adalah konsumsi sehari-hari, bagian pribadi (aurat) tidak berharga dan hal-hal yang tidak bermoral ada di mana-mana. Lain halnya ketika di pesantren, doa dikuatkan, ingatan diteguhkan dan akhlak terjaga.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi calon Wali Santri yang berniat mendaftarkan mondok anaknya ke pesantren, atau mungkin berencana melangkah ke pendaftaran Pesantren Al Bahjah, atau sedang mencari pilihan pesantren terbaik. Cukup banyak pesantren terbaik di Indonesia, namun perlu perhatikan juga bagaimana lingkungan, kepengasuhan, pendidikan hingga manhaj ajaran yang dianut suatu Ponpes.

Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon

Dan bagi Anda yang tidak memenuhi persyaratan dalam pendaftaran Pesantren Al Bahjah, masih banyak Pesantren lainnya. Masih bisa lanjut kuliah atau kerja, namun jangan lupakan ngaji untuk menjaga aqidah akhlak dan beramal dengan ilmu agama yang mencukupi.

Atau mungkin bisa bergabung dalam perjuangan Buya Yahya bersama para Pejuang di Yayasan Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah yang berpusat di Cirebon, atau Al Bahjah Cabang yang terdekat dari tempat tinggal.

Pendaftaran Pesantren Al Bahjah hingga saat ini di tahun 2022/2023 hanya di buka di Cirebon, namun perjuangannya luas di berbagai wilayah dan beraneka macam jenisnya, seperti media penyiaran, sistem informasi, hingga bisnis islami yang mendukung ekonomi umat islam serta pengembangan dakwah Al Bahjah.

Pesan motivasi dakwah oleh Buya Yahya

Buya Yahya berkata, “Tidak ada hamba yang mendonasikan uang seribu rupiah dari hartanya, melainkan yang dipilih Allah, artinya hamba harus menunaikan semua kebaikan yang hamba lakukan karena harta itu milik Allah, kata Buya Yahya saat menghadiri acara peresmian Pesantren Al Bahjah, Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Kamis tanggal 18 Agustus 2022

Ketika di Bata-Bata – Buya Yahya Zainal Ma’arif, pendiri Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Cirebon menggelar acara Fiqh al-Dakwah pada pembukaan pekan pengajian ke-4. Pengajian yang digelar di halaman Madrasah Barat pada Kamis, 10 Januari 2019.

Dalam kajian ini, Buya Yahya – sapaan akrab Yahya Zainal Ma’arif – angkat bicara. Mulai dari sifat dakwah, syarat menjadi juru dakwah, sifat pendakwah hingga hambatan menjadi seorang dai.

Buya Yahya menyampaikan bahwa dakwah merupakan kewajiban setiap orang dan kewajiban dakwah dimulai dari sekarang. Beliau menambahkan agar tidak menanti-nanti untuk berdakwah, lakukanlah sekarang.

Tidak hanya itu, dakwah tidak hanya terjadi melalui ceramah atau khutbah. Buya Yahya mengatakan bahwa dakwah bisa dengan apapun karena makna dakwah adalah sesuatu yang bisa membawa orang lain menuju keridhaan Allah.

Yang berilmu berdakwah dengan ilmu, pedagang berdakwah dengan harta, pemimpin berdakwah dengan kekuasaan. “Siapa pun bisa berdakwah,” ujar Buya Yahya.

Banyak yang disampaikan Buya Yahya pada acara Fiqh al-Dakwah untuk membuka Pekan Kajian ke 4. Dan acara diakhiri dengan doa dari Abuya Yahya sendiri pada waktu itu.

Berikut adalah nasihat singkat Buya Yahya untuk motivasi dakwah kita

Sekian kiat sukses calon santri bagaimana dalam mencari Ponpes terbaik, mengenal profil Buya Yahya dan Al Bahjah, mengikuti tes seleksi pendaftaran Pesantren Al Bahjah 2023/2024 dengan mengerti syarat dan ketentuan pendaftaran, hingga solusi alternatif jika tidak memenuhi syarat pendaftaran, yaitu boleh lanjut kuliah atau kerja namun tidak meninggalkan kajian ilmu agama dan keikutsertaan dalam andil dakwah.

Penulisan artikel ini bersumber dari Santri, Pengurus dan Panitia Pendaftaran Ponpes Al Bahjah, diimbau agar dari manapun Anda membaca atau mendengar berita seputar Ponpes Al Bahjah, ada baiknya sekedar tahu atau cukup dijadikan pertimbangan namun tidak dijadikan patokan untuk melangkah ke pendaftaran Pesantren Al Bahjah. Karena di tahun 2022/2023 Al Bahjah sudah banyak perubahan, sehingga banyak juga berita yang sudah usang bertebaran.

Artikel tentang “Tes Pendaftaran Pesantren Al Bahjah 2022/2023 dan Pesan Buya Yahya” dapat Anda jadikan bahan diskusi keluarga bagi yang berniat melangkahkan anaknya ke Pendaftaran Pesantren Al Bahjah ataupun bagi yang ingin ikut andil dalam perjuangan dakwah Buya Yahya di Yayasan LPD Al Bahjah.

Kurang lebihnya dapat anda hargai maupun koreksi melalui tombol share, berkomentar di bawah, ataupun hubungi penulis di halaman profil.

Di Ponpes manapun pendaftarannya, jangan lupakan ridho Guru di kampung dan juga Orangtua.

Informasi Terbaru Pendaftaran Pesantren Al Bahjah 2023/2024

Pendaftaran Pesantren Al Bahjah 2022/2023 untuk tahun ajaran 2023/2024 masih berjalan hingga bulan puasa Ramadhan khususnya Ponpes Tafaqquh. Untuk informasi terbaru silahkan hubungi kontak Pengurus/Humas atau kunjungi website resmi Al Bahjah berikut:
https://psb.albahjah.or.id/

Tanya Jawab Umum Tentang Pesantren Al-Bahjah Buya Yahya

Berikut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan terkait Pendaftaran Pesantren Al-Bahjah Cirebon. Anda juga dapat menambahkan pertanyaan di kolom komentar untuk melengkapi “tanya jawab umum” ini. 

Comments(2)

Leave a reply

Enable Notifications OK No thanks