Mengenal Sosok Al-Habib Umar bin Hamid Al-Jailani
Siapakah Al-Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi Al-Jailani? Beliau adalah seorang ulama besar yang menjadi rujukan bagi para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah, khususnya dari kalangan Madzhab Syafi’i. Majelis-majelis ilmunya di Makkah Al-Mukarramah senantiasa dipenuhi oleh para penuntut ilmu, termasuk dari kalangan para ulama terkemuka.

Nasab dan Kelahiran
Al-Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi Al-Jailani dilahirkan pada tahun 1950 di Lembah Dau’an, Hadramaut, Yaman. Beliau merupakan keturunan langsung dari Sulthanul Auliya, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Sejak kecil, pada usia 7 tahun, beliau sudah mulai belajar ilmu agama dan mengkaji Al-Qur’an di bawah bimbingan langsung sang ayah, Al-‘Allamah Al-Habib Hamid Bin Abdul Hadi Al-Jailani. Habib Umar sangat beruntung karena memiliki ayah seorang alim yang membimbingnya mempelajari berbagai kitab ilmu syariat hingga beliau mampu menghafal sebagian matan-matannya.
Perjalanan Menuntut Ilmu di Hadramaut dan Makkah
Selain belajar kepada ayahnya, Habib Umar juga menimba ilmu dari ulama-ulama besar di Hadramaut. Hasratnya yang besar untuk memperdalam ilmu agama membawanya berangkat ke Tanah Suci, Makkah Al-Mukarramah. Di kota kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW ini, Habib Umar belajar kepada para masyaikh terkemuka, di antaranya Al-‘Allamah As-Sayyid ‘Alawi Al-Maliki, Al-‘Allamah As-Syekh Hasan Masyath, dan Al-‘Allamah As-Syekh Abdullah Ad-Da’dum. Tak heran jika keilmuan beliau menjadi sangat mendalam dan luas.
Dakwah dan Pengajian di Makkah
Berbekal ilmu yang luas, Habib Umar mendedikasikan hidupnya untuk mengajar dan menyebarkan dakwah. Beliau membuka majelis ilmu rutin di kediamannya di distrik Subhaniyah, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram. Di majelisnya, beliau mengkaji kitab-kitab penting seperti Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah dan Bulughul Maram. Pengajian ini biasanya diawali dengan pembacaan dzikir Ratib Al-Haddad. Cara beliau menjelaskan materi dikenal sangat tertata, dengan nada yang tenang namun terukur, sehingga mudah meresap ke dalam hati para jamaah.
Setelah pengajian, beliau selalu menyediakan waktu untuk sesi tanya jawab. Jawaban-jawaban beliau yang lugas, tegas, dan jelas menunjukkan kedalaman ilmunya sebagai ulama berkelas dunia.
Pribadi Bersahaja dan Perpustakaan Luas
Meskipun memiliki kedudukan yang sangat terhormat, Al-Habib Umar bin Hamid Al-Jailani dikenal dengan kehidupan yang bersahaja. Rumahnya yang berpagar setinggi 3 meter tampak berwibawa. Di dalamnya, terdapat perpustakaan pribadi yang dindingnya dipenuhi rak-rak berisi ratusan kitab berbahasa Arab. Tumpukan kitab di atas meja beliau menjadi saksi betapa tekunnya beliau dalam menelaah ilmu setiap saat.
Karya Tulis dan Pengabdian Global
Selain aktif menyampaikan ilmu melalui forum pengajian, Habib yang selalu tampil santun ini juga giat menuangkan ilmunya dalam bentuk tulisan. Beliau telah menulis banyak kitab, di antaranya At-Tadzkir Wa Hajatunas Ilaiha, Kholasatul Khobar, dan Syarah Kitab Safinatun Najah. Keluhuran ilmu dan ketinggian pekertinya menjadikan Habib Umar laksana mutiara yang dibutuhkan di mana pun.
Beliau sering melakukan perjalanan dakwah ke berbagai negara Islam serta menghadiri muktamar dan seminar internasional. Beliau juga menjabat sebagai anggota Majelis ‘Umara di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadramaut, dan merupakan salah satu pendiri sekaligus donatur universitas ternama tersebut. Saat ini, Habib Umar Al-Jailani dinobatkan sebagai Mufti Madzhab Syafi’i, yang fatwanya menjadi rujukan di seluruh dunia.
Pesan Penuh Hikmah
Salah satu pesan beliau yang sangat melekat di hati para murid dan pengikutnya adalah:
“Berpegang teguhlah kalian pada apa yang sudah diajarkan tentang Islam oleh pendahulu kalian. Karena Ahlus-Sunnah wal Jamaah itu akan diselamatkan oleh Allah. Lain dengan Syi’ah, ajaran tersebut perlu dijauhi, karena mereka membenci para Sahabat. Sedangkan Rasul sangat menyayangi sahabat-sahabatnya. Camkan itu oleh kalian.”
Tulisan ini disadur dari catatan Ayahanda Al-Habib Nabiel Al-Musawa.