بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat.
Khutbah Jumat: Menjaga Lisan dari Pergaulan yang Buruk
Pada Jumat lalu, 19 Dzul Hijjah 1447 H, Al-Allamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz menyampaikan ta’lim Jumat yang membahas tema mendalam: قضية المغفرة وارتباطها بالعبادات — pentingnya memohon maghfirah (pengampunan Allah) dan kaitannya dengan berbagai ibadah yang dilakukan seorang mukmin.
Berikut ringkasan poin-poin utama dari ta’lim tersebut:
1. Maghfirah adalah Tujuan Utama dalam Beribadah
Habib Umar bin Hafidz menjelaskan bahwa setiap amal ibadah — baik shalat, puasa, haji, maupunamalan saleh lainnya — sejatinya bermuara pada satu tujuan: mengharap maghfirah dari Allah SWT. Tidak ada seorang mukmin pun yang bebas dari dosa. Oleh karena itu, memohon ampunan kepada Allah adalah prioritas utama dalam menjalani kehidupan beragama.
2. Momentum Haji dan Bulan-bulan Mulia
Musim haji dan bulan-bulan mulia (Dzul Hijjah) merupakanmusim pengampunan. Para ulama menyebutkan bahwa Allah membukakan pintu-pintu ampunan yang sangat lebar di masa-masa ini. Para Jama’ah haji dan mereka yang mengerjakan amal di bulan Dzul Hijjah dianjurkan memperbanyak istighfar dan Dzikir.
3. Bahaya “Syahwatain” dan “Sighatain”
Habib Umar mengingatkan bahwa banyak orang terpedaya oleh dua hal yang sering menjadi sumber kerusakan:
- Syahwatain — syahwat (nafsu) yang melampaui batas syariat
- Sighatain — perkataan (ucapan) yang menyakiti dan memecah belah
Menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti dan menjauhkan diri dari syahwat yang melampaui perintah agama adalah bentuk konkret darimemohon maghfirah.
4. Persiapan Menuju Hari Kiamat
Salah satu inti pesan Habib Umar adalah bahwa seorang mukmin harus selalu dalammode mempersiapkan diri menuju pertemuan dengan Allah. Bekal utamanya adalah:
- Muhasabah diri — evaluasi diri secara jujur
- Istighfar — memperbanyak minta ampuran
- Shilat al-Arham — menjaga hubungan dengan keluarga dan kerabat
- Birul Walidain — berbakti kepada kedua orang tua
Keutamaan Memohon Maghfirah
Para ulama menyebutkan bahwa pintu maghfirah Allah sangat luas. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman:
Karena itu, memohon maghfirah adalah ibadah yang sangat diagungkan dalam Islam. Para Habib dan ulama selalu menekankan agar kita tidak putus asa dari rahmat Allah.
Amalan yang Disunnahkan
Habib Umar menganjurkan beberapa amalan untuk memperbanyak maghfirah:
- Membaca istighfar 70 kali sehari
- Shalat tasbih di hari Jumat
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
- Berdzikir dengan lafal “Astaghfirullahal ‘azhim”
Penutup
Semoga ta’lim Jumat dari Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz ini bermanfaat bagi kita semua. Mari kita perbanyak istighfar, jaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat, dan siapkan diri dengan amal saleh untuk menghadapi hari yang telah dijanjikan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan ta’lim yang disampaikan Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz di Masjid Tariq, Tarim, Wadi Hadramaut. Kami hanyalah penyampai — bila ada kekeliruan dalam nama, gelar, waktu, atau tempat, mohon koreksinya melalui:
- Kolom komentar di bawah
- Email: redaksi@majelis.info
- WhatsApp: 628999150143
Jazakumullah khairan katsira.