Ma rifatullah dasar kebahagiaan tafsir Surat Al-Hajj Habib Umar

Mengenal Allah adalah Tujuan Tertinggi Manusia – Tafsir Surat Al-Hajj Ayat 71-77

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat.

Dalam sebuah pelajaran tafsir yang mendalam, Al-Allamah Al-Habib Umar bin Hafidz Quthub Tarim dan pengasuh Dar al-Mustafa di Tarim, Hadramaut, Yaman menyampaikan sebuah hikmah yang sangat berharga:

“Ajallu ma yatasyarrafu bihi makhluqun min ahl al-ardhi wal samaa’i ma’rifatullah…”

Terjemah: “Seagung-agung hal yang membuat mulia seorang makhluk dari penduduk bumi dan langit adalah mengenal Allah. Mengenal Allah Jalla Jalaluhu adalah dasar kebahagiaan sejati, pencapaian kebaikan terbaik dan tambahan dari-Nya, serta sumber segala kebaikan.”

Mukadimah: Mengenal Allah adalah Keutamaan Tertinggi

Beliau menjelaskan bahwa mengenal Allah SWT merupakan fondasi utama kebahagiaan sejati. Dengan mengenal Allah, seorang hamba akan memperoleh al-husna (kebaikan terbaik), mencapai ketenangan jiwa, dan menyadari bahwa seluruh kebaikan berasal dari rahmat Allah.

Tafsir Surat Al-Hajj Ayat 7177

Pelajaran ini mengulas firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj ayat 7177. Beberapa poin penting yang disampaikan Al-Habib Umar bin Hafidz meliputi:

  • Pengingkaran orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Allah hingga tampak kebencian di wajah mereka.
  • Allah memilih utusan-Nya dari kalangan malaikat dan manusia, dan yang paling agung adalah Ulul ‘Azmi.
  • Perintah Allah kepada orang beriman untuk senantiasa rukuk, sujud, dan beribadah dengan ikhlas.
  • Penjelasan mengenai perbedaan pendapat para ulama (ikhtilaf) terkait sujud tilawah yang kedua dalam Surat Al-Hajj.

Sumber Referensi & Siaran Lengkap

Pelajaran tafsir ini merupakan bagian dari Dars al-Tafsir mingguan Al-Habib Umar bin Hafidz, 15 Dzulhijjah 1447 H.


Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan catatan pengajian yang diterima redaksi majelis.info. Kami hanyalah penyampai informasi bila ada kekeliruan dalam penulisan terjemahan atau dalil, mohon koreksinya melalui:

Jazakumullah khairan katsira.

Leave a reply