Mei
20 Senin

Haul Habib Munzir Al Musawa Sang Raja Sanubari

Sen, 20 Mei 2024 (8:00 pm - 11:00 pm)Asia/Jakarta
Makam Habib Munzir
Makam al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa, RT.3/RW.8, Rawajati, South Jakarta City, Jakarta, Indonesia

Description

HAUL HABIB MUNZIR AL MUSAWA HAUL AKBAR SULTHONUL QULUB

LIVE STREAMING Haul Habib Munzir

Hari Pertama HAUL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

Peringatan ke-11 HAUL HABIB MUNZIR AL MUSAWA akan segera dimulai, dimana ribuan jamaah akan berkumpul untuk mengikuti parade 1000 hadrah & ziarah akbar dari Masjid Almunawar hingga Maqom Alhabib Munzir Almusawa. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Mei 2023 pukul 07.00 WIB di Masjid Almunawar hingga Maqom Alhabib Munzir Almusawa.

Hari Kedua/Puncak Acara HAUL HABIB MUNZIR AL MUSAWA

Selain parade 1000 hadrah & ziarah akbar, rangkaian acara yang diselenggarakan juga mencakup acara yang berbeda. Di hari kedua, pada Senin, 20 Mei 2023 pukul 20.00 WIB, akan dilaksanakan acara puncak Haul Akbar di Masjid Al Munawwar, Pancoran – Jakarta Selatan.

Biografi Habib HABIB MUNZIR AL MUSAWA

From Laduni.id
Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa, atau yang lebih dikenal dengan Mundzir Al-Musawa atau Munzir, lahir pada tanggal 23 Februari 1973 di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara, dari pasangan Fuad bin Abdurrahman al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim al-Musawa. Mundzir tumbuh besar di daerah Cipanas, Jawa Barat bersama dengan saudara-saudaranya, Ramzy Fuad al-Musawa, Nabiel Al Musawa, Lulu Fuad al-Musawa, dan Aliyah Fuad al-Musawa.

Ayahnya, Fuad bin Abdurrahman al-Musawa, dilahirkan di Kota Palembang dan dibesarkan di Mekkah al-Mukarromah. Setelah menyelesaikan pendidikan jurnalistik di New York University, Amerika Serikat, ia kemudian bekerja sebagai wartawan luar negeri selama sekitar 40 tahun, diawali dari Harian Berita Yudha dan selanjutnya Harian Berita Buana. Pada tahun 1996, ayahnya meninggal dunia dan dimakamkan di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Mundzir mengatakan bahwa ia adalah anak yang sangat dimanja oleh ayahnya, lebih dari saudara-saudaranya yang lainnya. Silsilah keluarga Mundzir adalah Mundzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Al-Musawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar As Sakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghayur bin Muhammad al-Faqih Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa Ar-Rumiy bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-Uraidhiy bin Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Hussein dari Fatimah az-Zahra Putri Rasulullah SAW.

Mundzir menderita penyakit asma kronis sejak kecil dan seringkali harus masuk rumah sakit. Pada tahun 2012, ia pernah dirawat di RSCM Jakarta karena radang otak. Mundzir meninggal dunia di RSCM pada tanggal 15 September 2013, jam 15:30 WIB, pada usia 40 tahun. Sebelum meninggal, ia menjalani operasi karena mengalami cairan di perutnya.

Meskipun sakit, ia tidak pernah membiarkan itu mengganggu aktivitasnya dalam berdakwah. Bahkan, Mundzir pernah berdakwah dengan menggunakan kursi roda dan tempat tidur khusus dari rumah sakit. Pada tahun 2012, ia juga menjalani penyedotan lemak pada tubuhnya. Menurut penuturan dalam blog-nya, Mundzir pernah bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad
Selanjutnya di Laduni.id

 

BERJUANG MELALUI DAKWAH

Habib Mundzir kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah sendiri di Cipanas. Namun karena kurang berkembang, ia memindahkan dakwahnya ke Jakarta pada Majelis Malam Selasa, dengan mengunjungi rumah-rumah murid sekaligus teman, murid-muridnya lebih tua dari ia, dan berasal dari kalangan awam.

Ketika kemudian dimulai Maulid Dhiya’ullami jama’ah semakin banyak, selanjutnya majelis mulai berpindah-pindah dari musholla ke musholla, semakin terus bertambah banyak, maka mulailah majelis dari masjid ke masjid. Sehingga Habib Munzir mulai membuka majelis di malam lainnya dan menetapkannya di Masjid Al-Munawar. Majelis semakin berkembang hingga mulai membutuhkan kop surat, undangan dan sebagainya.

Semenjak itu mulai muncul ide pemberian nama, para jamaahnya mengusulkan memberikan nama Majelis Habib Mundzir, namun ia menolak lantas menetapkan nama Majelis Rasulullah.

Dakwahnya Habib Mundzir semakin meluas hingga jutaan jamaah yang menyentuh semua kalangan dan berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Mataram, kalimantan, Sulawesi, Papua, Singapura, Malaysia, hingga sampai ke Jepang.

Dakwahnya yang menyentuh berbagai kalangan menjadikan ia banyak dicintai oleh Ummat Islam terutama di wilayah Jabodetabek dan di Nusantara. Mundzir adalah murid yang begitu disayangi oleh gurunya Umar bin Hafidz, sedangkan kalangan pemuda muslim yang mengenalnya tidak jarang menjadikan ia sebagai panutan ataupun idola dalam mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dakwahnya di Indonesia juga tercatat sering di hadiri tokoh-tokoh nasional seperti Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Suryadharma Ali , Fadel Muhammad, Fauzi Bowo dan lain-lain.

Ticket Information

Tickets

Online booking closed

Event Calendar

Minggu, 19 Mei 2024

7:00 am - 11:00 am  Asia/Jakarta
Closed

Senin, 20 Mei 2024

8:00 pm - 11:00 pm  Asia/Jakarta
Closed

Add A Review

Logo Majelis Info

Komunitas Pencari Taman Surga

About Us

COMING SOON

apple-store
google_play
© 2021 majelis.info. All Rights Reserved.
Enable Notifications OK No thanks