Tugas Merenungkan dan Mengingat Al-Qur’an
Habib Umar bin Hafidz menjelaskan dua tugas utama seorang mukmin terhadap Al-Qur’an yang mulia, yaitu merenungkan dan mengingat. Keduanya merupakan hikmah dari diturunkannya kitab ini, yang tercantum dalam firman Alloh:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya: “Kitab yang Kami turunkan kepadamu yang diberkahi, agar mereka merenungkan ayat-ayat-Nya dan agar orang-orang yang berakal dapat mengingat.”
Merenungkan Al-Qur’an hanya dapat dilakukan dengan memahami makna dan petunjuk yang terkandung di dalamnya. Habib Umar menekankan bahwa semakin dalam seseorang merenungkan, semakin terbuka pula ruang untuk mengingat. “Dengan merenungkan ini, pintu untuk mendengar kebenaran dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala terbuka,” ujarnya.
Habib Umar juga mengajak kita untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. “Hal ini mengharuskan kita untuk sepenuhnya berfokus pada membaca Al-Qur’an dengan merenungkan dan memahami apa yang terkandung di dalamnya,” jelasnya. Pembacaan yang baik harus diimbangi dengan pemahaman yang mendalam agar kita dapat mengingat dengan baik.
Mengingat Al-Qur’an memiliki ruang lingkup yang luas. Habib Umar menyebutkan bahwa pengingat dibutuhkan untuk memahami urusan akhirat, hukum, dan berbagai makna yang berkaitan dengan kehidupan. “Makna-makna yang diperoleh dari Al-Qur’an ini membutuhkan pengingat,” tegasnya. Selain itu, mengingat juga mencakup pengingat akan nikmat Alloh yang telah diberikan melalui kitab ini.
Habib Umar mengingatkan bahwa tugas merenungkan dan mengingat adalah dua hal yang saling berkaitan. “Kita harus baik dalam melaksanakan dua tugas ini,” ujarnya. Orang-orang yang berakal akan dapat mengingat dengan baik jika mereka merenungkan ayat-ayat Alloh dan memahami maknanya. “Masing-masing dari mereka mencapai tingkat yang sesuai dengan kesadarannya terhadap wahyu,” tambahnya.
“Semoga Alloh memberikan kita dan kalian hubungan yang kuat dengan Al-Qur’an, dan kemampuan untuk melaksanakan tugas merenungkan dan mengingat,” doanya. Habib Umar juga mengajak kita untuk membaca surat-surat dalam Al-Qur’an dengan penghormatan dan cinta, agar kita dapat merasakan keajaiban yang terkandung di dalamnya.
Catatan Redaksi: Artikel ini kami susun berdasarkan ceramah beliau. Bila terdapat kekeliruan, silakan ajukan koreksi ke redaksi@majelis.info atau WA 0851-5652-6907. Jazakumullah khairan katsiran.