yt thumb 1 Tata Cara & Waktu Takbir Idul Adha — Penjelasan Al-Habib Umar bin Hafidz

Tata Cara & Waktu Takbir Idul Adha — Penjelasan Al-Habib Umar bin Hafidz

Bismillahirrahmanirrahim.

Takbir bukan sekadar lafaz yang dikumandangkan — ia adalah zakat kebahagiaan seorang mukmin menyambut hari raya. Di penghujung bulan Dzulhijjah, saat jamaah haji menyempurnakan wukuf di Arafah, umat Islam di seluruh penjuru dunia diikat oleh satu amalan agung: takbir.

Al-‘Allamah Al-Habib Umar bin Hafidz — ulama besar asal Tarim, Hadhramaut — menyampaikan tuntunan indah tentang bagaimana dan kapan kita bertakbir menyambut Idul Adha.

Tata Cara & Waktu Takbir Idul Adha

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Hiasilah lebaran kalian dengan takbir.”

— HR. At-Thabrani

Para ulama membagi takbir Idul Adha menjadi dua jenis berdasarkan waktu dan keterikatannya dengan shalat:

1. Takbir Mursal (Takbir Bebas)

Takbir mursal adalah takbir yang tidak terikat dengan shalat — dikumandangkan kapan saja dan di mana saja.

  • Waktu Mulai: Sejak terbenam matahari hari Arafah (malam Idul Adha)
  • Waktu Berakhir: Saat takbiratul ihram shalat Idul Adha
  • Tempat: Di rumah, di pasar, di masjid, di jalan — di mana pun kita berada

Bagi laki-laki, disunnahkan mengeraskan suara saat bertakbir. Sebagaimana disampaikan Al-Habib Umar:

“Hendaknya kita semua memperbanyak takbir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagi orang laki-laki disunahkan untuk mengeraskan suara dengan takbir di rumah, di pasar, di masjid, dan di jalan-jalan. Di manapun kita berada, gaungkanlah takbir — karena ia merupakan hiasan kita dalam Ied.”

2. Takbir Muqayyad (Takbir Setelah Shalat)

Takbir muqayyad adalah takbir yang terikat dengan shalat — dikumandangkan setiap selesai menunaikan shalat, baik fardhu maupun sunnah.

  • Waktu Mulai: Sejak Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah)
  • Waktu Berakhir: Setelah shalat Ashar hari terakhir Tasyriq (13 Dzulhijjah)

Jadi total takbir muqayyad berlangsung selama 5 hari: dari Subuh 9 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah.

Lafaz Takbir

Berikut lafaz takbir yang dianjurkan:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Laa ilaaha illallahu wallahu Akbar
Allahu Akbar wa lillahil hamd

Disunnahkan juga menambahkan:

Allahu Akbar kabiira, walhamdu lillahi katsiira, wa subhaanallahi bukrataw wa ashiila
Laa ilaaha illallahu laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walau karihal kaafiruun
Laa ilaaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wa hazamal ahzaaba wahdah

FAQ — Pertanyaan Seputar Takbir Idul Adha

Apakah takbir Idul Adha sama dengan takbir Idul Fitri?

Tidak sepenuhnya. Takbir Idul Adha memiliki takbir muqayyad (setelah shalat) yang dimulai sejak Subuh hari Arafah, sedangkan takbir Idul Fitri hanya takbir mursal yang dimulai sejak malam 1 Syawwal hingga shalat Ied.

Apakah wanita juga disunnahkan bertakbir dengan suara keras?

Ulama berbeda pendapat. Sebagian menganjurkan wanita bertakbir dengan suara pelan (sirr) untuk menjaga adab, sebagian membolehkan selama tidak di hadapan non-mahram. Yang utama adalah bertakbir sesuai kondisi masing-masing.

Bagaimana jika saya lupa bertakbir setelah shalat?

Takbir muqayyad adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib. Jika terlupa, tidak perlu mengganti (qadha). Lanjutkan saja pada shalat berikutnya.

Bolehkah takbir dikumandangkan bersama-sama (berjamaah)?

Ya, takbir berjamaah dengan satu suara adalah tradisi yang telah berlangsung di masyarakat Muslim Indonesia dan banyak negara. Ini termasuk dalam urf Hasan (tradisi baik) yang tidak bertentangan dengan syariat.

Tonton Penjelasan Lengkap dari Al-Habib Umar bin Hafidz

Al-Habib Umar bin Hafidz mengingatkan kita semua:

“Takbirkan, agungkan Allah yang Maha Mulia dan Maha Pengampun. Jadikanlah takbir muncul dari lubuk hati kalian sebelum lidah kalian dan sebelum suara kalian. Semoga Allah mendukung kita semua dengan bantuan yang besar dan memberikan keberkahan bagi kita dalam lebaran ini.”

Wallahu a’lam bish-shawab.


Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang diterima redaksi majelis.info. Kami hanyalah penyampai — bila ada kekeliruan dalam nama, gelar, waktu, atau tempat, mohon koreksinya melalui:

  • Kolom komentar di bawah
  • Email: redaksi@majelis.info
  • WhatsApp: 08999150143

Jazakumullah khairan katsira.

Sumber: Channel Telegram Al-Habib Umar bin Hafidz (t.me/HabibOmar) · omr.to/eidaladha1



> REKOMENDASI


Sebagai afiliasi, Majelis.info dapat menerima komisi dari pembelian melalui link di atas tanpa biaya tambahan untuk Anda.