Haul ke-5 Habib Sting di Mbah Priuk: Lautan Manusia Kenang Sang Waliyullah Jakarta Utara
Description
Haul ke-5 Habib Sting di Mbah Priuk: Lautan Manusia Kenang Sang Waliyullah Jakarta Utara
Lautan manusia kembali memutihkan kawasan Maqam Keramat Mbah Priuk, Koja, Jakarta Utara. Ribuan muhibbin dari berbagai penjuru tumpah ruah untuk menghadiri Haul ke-5 Almarhum Al-Habib Sayyid Abdulloh bin Abdurahman Alaydrus, atau yang lebih akrab disapa Habib Sting.
Peringatan yang berlangsung khidmat ini menjadi pengingat agung tentang pentingnya meneladani akhlak para auliya’ sebagai cerminan cinta sejati kepada Rasulullah SAW dan para zuriahnya.
Acara yang telah menjadi agenda tahunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah madrasah ruhani. Hikmah utama yang terus digemakan sepanjang majelis adalah bahwa mencintai para wali Allah merupakan jembatan untuk meraih cinta Allah SWT. Para jamaah diajak untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengamalkan warisan terbesar Habib Sting: istiqomah dalam ibadah, kedermawanan, dan sifat rendah hati kepada sesama.
Suasana Khidmat di Jantung Pesisir Jakarta
Sejak Ahad siang, para jamaah telah berdatangan memadati Aula Maqam Habib Abdulloh Alaydrus. Gema shalawat, ratib, dan puji-pujian kepada Sang Pencipta membahana, menciptakan atmosfer spiritual yang menyejukkan hati di tengah hiruk pikuk kota metropolitan.
Tua, muda, laki-laki, dan perempuan duduk bersimpuh dengan penuh takzim, menyatukan hati dalam untaian dzikir dan doa. Pemandangan ini menjadi ciri khas majelis ilmu di Jakarta yang selalu ramai oleh para pencari berkah.
Pemilihan lokasi di kompleks Maqam Keramat Syech Sayyid Mbah Priuk (Al-Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad) menambah kekhusyukan acara. Keberkahan dua waliyullah agung seakan menyatu, memancarkan cahaya rahmat bagi setiap insan yang hadir dengan niat tulus untuk tabarrukan (mencari berkah).
Manaqib Agung di Haul Habib Sting
Dalam sesi tausiyah, para habaib dan kyai yang hadir silih berganti mengisahkan manaqib (riwayat hidup dan keutamaan) Habib Sting. Beliau dikenang sebagai sosok ulama yang sangat merakyat, mudah bergaul dengan semua kalangan tanpa memandang status sosial, namun tetap memiliki ketegasan (haibah) dalam memegang prinsip syariat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Beliau adalah cerminan akhlak datuknya, Rasulullah SAW. Pintu rumahnya selalu terbuka, hatinya lapang untuk umat. Itulah warisan yang harus kita jaga,” ungkap salah seorang penceramah.
Julukan “Habib Sting” yang melekat padanya bukanlah nama ejekan, melainkan tanda keakraban dan kedekatan beliau dengan jamaah. Kisah-kisah tentang ibadah malamnya, kepeduliannya terhadap fakir miskin, serta nasihatnya yang menyejukkan menjadi inspirasi abadi yang terus diceritakan dari lisan ke lisan.
Rangkaian Acara Haul: Dari Ratib Hingga Mauidhoh Hasanah
Susunan acara Haul ke-5 ini dirancang untuk membawa jamaah larut dalam kekhusyukan dan mahabbah, sarat dengan amaliyah para ulama salafus shalih.
- Pembacaan Tahlil, Ratib, dan Doa Bersama: Majelis dibuka dengan Ratib Al-Haddad dan Tahlil, menciptakan getaran spiritual dahsyat. Doa-doa tulus dipanjatkan untuk shahibul haul dan seluruh kaum muslimin.
- Gema Qasidah dan Pembacaan Maulid: Suasana semakin syahdu saat tim hadrah melantunkan qasidah pujian. Puncak kerinduan tercurah saat pembacaan Maulid Simtudduror yang membawa hadirin seolah berada dalam taman surga.
- Puncak Tausiyah Para Habaib: Sebagai acara inti, mauidhoh hasanah mengajak jamaah untuk introspeksi diri dan berpegang teguh pada ajaran Aswaja an-Nahdliyah di akhir zaman.
Hikmah di Balik Peringatan Haul: Menyambung Sanad Mahabbah
Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah, peringatan Haul adalah salah satu jenis majelis yang memiliki makna sangat dalam. Ia bukan sekadar tradisi, melainkan manifestasi dari perintah Allah untuk mendoakan sesama muslim dan wujud kecintaan kepada orang-orang saleh.
Menghadiri Haul seorang waliyullah adalah upaya untuk menyambungkan kembali tali cinta (sanad mahabbah). Dengan mengenang jasa dan meneladani akhlak mereka, kita berharap dapat tertular kesalehan dan mendapatkan syafaat mereka di hari kiamat kelak.
Haul ke-5 Habib Sting menjadi bukti nyata bahwa api dakwah dan mahabbah yang beliau tanamkan terus menyala. Semoga kita semua dapat mengambil ibrah dari pengajian agung ini dan senantiasa berada dalam barisan para pencinta Allah, Rasul-Nya, dan para auliya’-Nya.
Bagikan liputan pengajian ini kepada keluarga dan sahabat agar keberkahan serta hikmahnya dapat tersebar lebih luas.