Dan di Indonesia, saya giliran ngapun, di Indonesia ini kuapnya…

Dan di Indonesia, saya giliran ngapun, di Indonesia ini kuapnya itu hamper terpungkam dengan politik nyabat-pura-pura. Dari sekian partai, saya oposisi sampaung. Petya ini kaknya. Saya. Tapi petya itu, kak sekeras kaya bingaro PSB ya. Organisasi ormas-ormas kemasa rakatan, saya kritispin. Aku kalingian bianmunas NO untuk kempet jirpon, ceritainya percaya nihirman itu, dan kempet ketika pas kalingian hurak. Ono kasus koropsi, kaya stambunan. Apa japa itu, Pak? Pakcak itu, Pakcak. Iku NO itu sampai memutuskan bahwa hukum membayar Pakcak itu tidak wajib. Ketika, ketika urusan Pakcak, iku kak di Beresik, kak di Pemerik-Pemerikaro Pemerintah, malah di Kawik-Pemerintah, malah di Janyang lain, sebabnya. Yang ngapun, tenp PSB bingung pada waktu itu. Wah ini bi. Berarti pada waktu itu, penyebang kekuatan pemerintah Ono Hadir yang namanya Nahzotun, Aulama, saya ikin, pokokan yang kritik pemerintah. Mahmati ya, kak ini. Karte sakin kuatnya, Pak Farah, Pak Farah, Pak Farah. Lagi, kutunya masyidnya ada. Akhirnya sekarang itu yang mau wakili, waltah kumming, umum matajat, unai lah kori, waya muruh nabil maaf, waya nhaunah anil mungkari itu. Akhirnya malah sebagian aktivist reformasi tahun 2009-18. Akhir sebagian kan, kosmah yang kritik, semuanya yang kritik, semuanya yang kritik. Aku memang aku tuh seimbang, dunia guhi, pokokan yang Ono kok sampe sekuat banget, ikit potensi itu, ya barang, nengpagar gunung ini katakan lah, Ono wang set paling rosok banget, paling tiba-tiba banget. Sarap banget ya, paling rosok, wabet. Dipliri itu, aneh dipliri itu yang semuanya kayak iroko, aroko beri, bener-bener bener, ya? Ikit potensi zolibi, ikit potensi zolib, ikit potensi zolibi ini luar biasa, makanya harus aja yang mengkritisi masyarakatik. Paparnon yang pemerintahan di saya, kutulah kawah, paparnon, pamanin Ono seingritik, saman gila ngetumbang duan, tapi cek tau bahwa orang-kai bahwa orang lah,


Sumber: WhatsApp Instagram links. Konten ditinjau redaksi sebelum tayang.

Leave a reply