feat yt 11 Hikmah Qurban di Hari Raya Idul Adha bagi Umat Islam

11 Hikmah Qurban di Hari Raya Idul Adha bagi Umat Islam

11 HIKMAH QURBAN DI HARI RAYA IDUL ADHA BAGI UMAT ISLAM

Idul Adha selalu identik dengan ibadah qurban. Pada perayaan hari raya Idul Adha, umat Islam kerap menjadikan momentum ini untuk melaksanakan ibadah qurban . Islam sendiri menjadikan ibadah qurban sebagai bagian dari syariat keagamaan. Akan dijumpai sejumlah ayat yang menyerukan umat Islam untuk berqurban :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban ), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS Al Hajj: 34).

Terlepas dari dalil seruan dan anjuran untuk berqurban , ibadah qurban sendiri merupakan aktivitas yang sublim dan sakral. Keberadaannya tidak semata hadir ketika suatu teks ajaran keagamaan diturunkan, melainkan lahir dari rajutan sejarah yang berintikan perjuangan dan pengorbanan. Artinya, ibadah qurban tidak melulu bernuansa terma religius, tapi juga renungan sosio-humanis dan pendidikan multikultural bagi umat.

Peristiwa besar dan agung dari kerelaan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail tentunya mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh umat manusia untuk dipahami dan diteladani.

Adapun Hikmah Qurban

Sebagai umat Islam, ada banyak hikmah yang akan didapatkan saat Anda berkurban, di antaranya.

1. Meningkatkan Ketakwaan dan Lebih Dekat dengan Tuhan

Dalam Hadits Ibnu Majah tertulis yang artinya:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mendapatkan dirinya dalam keadaan lapang, lalu Ia tidak berkurban, maka janganlah Ia mendekat ke tempat shalat Ied kami,” (HR.Ahmad & Ibnu Majah).

Sejalan dengan itu, maka dengan berkurban Anda semakin dekat dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam surat Al-Hajj ayat ke-37 yang artinya:

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin,” (QS. Al Hajj : 37).

2. Menjalankan Ibadah yang Paling Disukai Allah SWT

Ternyata salah satu ibadah atau amalan sunnah yang paling disukai Allah SWT saat umat Islam berkurban.

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebagai qurban di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi).

3. Mensyiarkan Islam melalui Kisah Nabi Ibrahim

Ibadah berkurban menjadi media untuk mensyiarkan agama Islam. Berlandaskan perintah yang diterima Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya. Meskipun pada akhirnya Allah mengganti putranya dengan seekor unta, akan tetapi rasa bentuk ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah yang perlu disyiarkan ke seluruh umat di dunia. Seperti yang tertulis dalam surat Al Hajj yang artinya:

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al Hajj : 34).

4. Mendapatkan Ganjaran Pahala di Setiap Helai Bulu Hewan Kurban

Tahukah Anda bahwa janji Allah mendatangkan pahala bagi yang berkurban tidak sebatas saat Anda berniat dan berkurban. Ternyata di setiap tanduk, kuku hingga setiap helai bulu hewan kurban akan memberikan ganjaran pahala yang bagi yang berkurban. Dalam Hadits Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim tertulis yang artinya:

“Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Kurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih haiwan Kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) kurban itu,” (HR.Al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

5. Mensucikan Diri Sendiri dan Harta

Selain berzakat, bersedekah dan berkurban juga bisa dijadikan wadah untuk mensucikan diri sendiri dan harta kekayaan. Tak dipungkiri, baik Anda ketahui ataupun tidak, mungkin ada bagian-bagian haram di dalam rezeki Anda. Untuk mensucikan atas harta dan diri Anda selama satu tahun tersebut, Anda bisa berbuat kebaikan dengan cara bersedekah melalui daging kurban. Dalam Hadits Tirmidzi tertulis:

Setiap kebaikan adalah sedekah, yang berfungsi untuk mensucikan diri dan harta. Ibadah Kurban adalah amal kebaikan yang amat disukai Allah di Hari Raya Iedul Adha,” (HR. Tirmidzi).

6. Mensyiarkan dan Meningkatkan Rasa Kepedulian Sosial

Bagi yang berkurban, tidak semua daging hewan kurban akan Anda nikmati sendiri. Ada aturan tersendiri mengenai berapa besaran daging hewan kurban yang akan diberikan kepada yang berkurban. Sedangkan sisa daging kurbannya akan dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar yang termasuk orang-orang penerima daging kurban.

7. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Ikhlas

Pandai bersyukur termasuk ibadah sunnah yang wajib dimiliki setiap umat Islam. Rasanya akan jadi percuma bila Anda rajin beribadah namun sulit untuk merasakan syukur dan ikhlas. Karena pada dasarnya setiap rezeki yang Anda dapatkan datangnya dari Allah SWT. Dan, seluruh yang ada di muka bumi ini hanya milik Allah. Sebagai umat Islam, Anda harus ikhlas bila sewaktu-waktu apa yang menjadi milik Anda hilang. Di saat Anda mendapatkan rezeki tertentu pun Anda harus bersyukur kepada Allah SWT.

8. Melatih Kebiasaan Berzikir

Salah satu amalan sunnah saat Anda berkurban yakni melantunkan basmallah, zikir dan takbir saat menyembelih hewan kurban. Secara khusus dalam Surat Al Hajj tertulis perintah bertakbir selama 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Allah SWT berfirman: “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan,” (QS. Al Hajj : 28).

9. Melatih Diri Meninggalkan Larangan-Nya

Baik umat Islam yang berkurban maupun yang tak berkurban, seluruh umat Islam diwajibkan untuk melakukan perintah-perintah Allah SWT. Mulai dari puasa sunnah sebelum Hari Raya Idul Adha, melangsungkan shalat Ied Adha, dan amalan sunnah khusus bagi orang yang berkurban. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa:

“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzulhijjah (maksudnya telah memasuki 1 Dzulhijjah,) dan kalian ingin berqurban, maka hendaklah shohibul qurban tidak memotong rambut dan kukunya,” (HR. Muslim).

10. Melatih Diri Terhindar dari Sifat Buruk

Hikmah yang terakhir yakni melatih diri untuk menghindari sifat buruk, seburuk sifat binatang. Beberapa di antaranya sifat rakus, serakah, tamak dan egois ingin menang sendiri.

11. Bentuk kepatuhan atas perintah Allah

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (Al-Kautsar: 1-2).

Itulah hikmah qurban yang akan Anda dapatkan saat ikhlas dan ridho menyisihkan sebagian harta untuk berkurban.

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita dengan hidayah dan taufiq-NYA

Selamat merayakan hari raya Idul Adha

Bersumber dari Jalsah Itsnain MR Jabar (@JalsahitsnainMRJabar).


Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang diterima redaksi majelis.info. Kami hanyalah penyampai — bila ada kekeliruan dalam nama, gelar, waktu, atau tempat, mohon koreksinya melalui:

  • Kolom komentar di bawah
  • Email: redaksi@majelis.info
  • WhatsApp: 62895600376179

Jazakumullah khairan katsira.