Habib Umar bin Hafidz menyampaikan takziah atas wafatnya Faiq Al-Bastanji, lengkapnya Faiq bin Abdul Mun'im Al-Bastanji (Abu Aiham), kepada keluarga, kerabat, dan para pecinta almarhum. Takziah itu beliau sampaikan di hadapan para pelayat dalam majelis duka pada malam Selasa, 23 Jumadil Ula 1448 H, lalu diunggah di kanal resmi beliau.
Inti kabar:
- Yang wafat: Faiq bin Abdul Mun'im Al-Bastanji (Abu Aiham).
- Kiprahnya: gemar berbuat baik kepada sesama, berinfak di jalan Allah, serta menyokong kegiatan Musim Syuhada Mu'tah dan majelis ilmu dan zikir.
- Pesan Habib Umar: berharap almarhum termasuk golongan yang disebut dalam QS An-Nur: 37, lalu mendoakan ampunan bagi almarhum dan penghiburan bagi keluarga.
Kesaksian Habib Umar tentang Faiq Al-Bastanji
Dalam takziahnya, Habib Umar bin Hafidz menyebut almarhum dianugerahi iman dan hati yang tertuju kepada Allah. Almarhum dikenal gemar berbuat baik kepada sesama dan berinfak di jalan Allah, serta bersungguh-sungguh mendidik anak-anaknya. Habib Umar mendoakan agar akhlak dan sifat-sifat baik almarhum terus hidup pada anak-anak dan keturunannya.
Almarhum juga memberi perhatian dan sokongan khusus bagi kegiatan Musim Syuhada Mu'tah, serta majelis-majelis ilmu dan zikir lainnya. Karena itu Habib Umar berharap almarhum termasuk golongan yang Allah sebut dalam firman-Nya, QS An-Nur ayat 37:
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ
“orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),” (QS An-Nur [24]: 37)
Habib Umar juga menuturkan kabar yang beliau terima: pada malam sebelum wafatnya, almarhum mengingat akhirat dan orang-orang saleh, serta menyebut tekadnya untuk memberi manfaat bagi umat, kesungguhannya memperbaiki keluarga dan anak-anak, dan amanahnya kepada Allah dalam semua itu. Beliau menambahkan bahwa sifat-sifat terpuji itu juga beliau lihat pada keluarga almarhum.
Baca juga: Mengaji Kitab Hadiyyat al-Muslim di Amman, Habib Umar bin Hafidz Kupas Hakikat Rukun Islam dan Iman
Doa Habib Umar untuk Almarhum dan Keluarga
Habib Umar memohon agar Allah menerima seluruh kebaikan almarhum dan melipatgandakannya, mengampuni kesalahannya dan menggantinya dengan kebaikan, menjadikan kuburnya taman dari taman-taman surga (raudhah min riyadhil jannah), melindunginya dari azab, dan menempatkan ruhnya di Firdaus yang tertinggi.
Beliau juga berdoa agar Allah memberi pengganti terbaik di tengah keluarga, anak-anak, kerabat, masyarakat negerinya, dan kaum muslimin, meringankan musibah ini, serta menghibur hati anak-anak, kerabat, keluarga besan, dan semua yang mencintai almarhum.
Rekaman takziah dapat disimak di YouTube.
Penjelasan Redaksi: Sunnah Takziah dan Adabnya
Habib Umar menyebut majelis duka ini sebagai saat untuk mengambil pelajaran dan menunaikan sunnah takziah. Berikut penjelasan singkat tentang sunnah tersebut dari jawaban Habib Munzir Al-Musawa.
Habib Munzir menjelaskan bahwa Rasulullah saw sendiri bertakziah kepada keluarga yang ditinggal wafat dan mendoakan almarhum. Berkumpul sejenak di rumah duka untuk berzikir dan berdoa bersama bagi almarhum termasuk hal yang meringankan beban keluarga, asalkan tidak berlama-lama sampai merepotkan keluarga yang berduka [2].
Membantu keluarga duka juga termasuk sunnah. Ketika Sayyidina Ja'far bin Abi Thalib wafat, Rasulullah saw memerintahkan para sahabat memasak makanan untuk keluarganya karena mereka sedang ditimpa duka. Karena itu Habib Munzir menganjurkan agar hidangan sederhana bagi pelayat disiapkan oleh tetangga atau masyarakat, bukan dibebankan kepada keluarga duka [1].
Bagi keluarga yang ditinggalkan, Habib Munzir mengingatkan bahwa Allah mengganjar setiap musibah yang menimpa seorang muslim dengan penghapusan dosa; semakin besar musibahnya, semakin besar pula ampunannya [3].
Rujukan Redaksi:
[1] Habib Munzir Al-Musawa, Membantu Keluarga Duka dengan Hidangan – Forum Majelis Rasulullah SAW;
[2] Habib Munzir Al-Musawa, Takziah dan Doa Bersama di Rumah Duka – Forum Majelis Rasulullah SAW;
[3] Habib Munzir Al-Musawa, Musibah sebagai Penghapus Dosa – Forum Majelis Rasulullah SAW.
Sumber Foto & Berita: Kanal Resmi Al-Habib Umar bin Hafidz (t.me/HabibOmar) — Tautan Berita Asli | Tautan Pendukung
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan unggahan kanal resmi Habib Umar bin Hafidz serta jawaban Habib Munzir Al-Musawa di Forum Majelis Rasulullah SAW. Bila terdapat kekeliruan penulisan, silakan ajukan koreksi melalui email redaksi@majelis.info atau WhatsApp 08999150143. Jazakumullah khairan katsiran.