Habib Umar bin Hafidz menyelenggarakan pengajian kitab Hidayatul Muslim di Yordania. Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian acara musim peringatan syuhada Mu'tah.
Ringkasan: Dalam pengajian di Yordania, Habib Umar bin Hafidz menguraikan isi kitab Hidayatul Muslim karya Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz. Pembahasan mencakup rukun Islam, rukun iman, hingga ihsan sebagai panduan dasar bagi setiap Muslim dalam beragama.
Kabar ini diunggah kanal resmi Habib Umar bin Hafidz pada Ahad, 1 November 2026.
Rangkaian Pengajian Kitab
Habib Umar bin Hafidz membuka pengajian kitab Hidayatul Muslim pada Jumat, 19 Jumadil Ula 1448 H. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara musim peringatan syuhada Mu'tah yang dilaksanakan di Yordania.
Kitab Hidayatul Muslim merupakan karya Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz yang memuat berbagai nasihat, hukum fikih, dan masalah akidah. Kitab ini disusun untuk memberikan pemahaman dasar mengenai agama bagi umat Islam.
Materi Pokok Agama
Dalam lima sesi pengajian, Habib Umar bin Hafidz menjelaskan rukun Islam, mulai dari syahadat, salat, zakat, puasa, hingga haji. Beliau juga menguraikan rukun iman yang mencakup iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, rasul, hari akhir, serta qada dan qadar.
Pada bagian akhir, beliau menjelaskan tentang ihsan dan pentingnya takwa dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengajak untuk mengamalkan takwa melalui perbuatan nyata seperti berbakti kepada orang tua, menyambung silaturahmi, dan berbuat baik kepada tetangga.
Penjelasan Redaksi: Memahami Takdir dan Amal dalam Kehidupan
Dalam ajaran Islam, konsep takdir sering kali dipahami sebagai ketetapan Allah yang bersifat mutlak atau mubram, seperti waktu kematian, hari kiamat, serta jumlah para nabi dan malaikat. Namun, terdapat pula takdir yang dapat berubah melalui ikhtiar, doa, dan amal saleh seorang hamba. Habib Munzir Al-Musawa menerangkan bahwa perbuatan baik, seperti bersedekah dan menyambung silaturahmi, merupakan bentuk usaha yang dapat memengaruhi perubahan takdir seseorang menuju kebaikan [2, 3].
Kebebasan yang dimiliki manusia merupakan kebebasan yang terikat dalam kerangka takdir yang telah ditentukan Allah. Ibarat seseorang yang sedang menempuh perjalanan, ia memiliki pilihan untuk menentukan arah langkahnya, namun setiap pilihan tersebut akan membawa konsekuensi atau hasil yang sesuai dengan jalur yang dipilihnya. Dengan demikian, setiap tindakan nyata yang dilakukan manusia, termasuk berbakti kepada orang tua dan berbuat baik kepada sesama, merupakan bagian dari peran hamba dalam menjemput ketetapan Allah yang lebih baik [1, 4].
Rujukan redaksi: [1] Habib Munzir Al-Musawa, Forum Majelis Rasulullah SAW; [2] Habib Munzir Al-Musawa, Forum Majelis Rasulullah SAW; [3] Habib Munzir Al-Musawa, Forum Majelis Rasulullah SAW; [4] Habib Munzir Al-Musawa, Forum Majelis Rasulullah SAW.
Baca juga: Habib Umar bin Hafidz Sampaikan Pesan Pernikahan dalam Prosesi Nikah Massal di Syihr
Sumber Foto & Berita: Channel Resmi Al-Habib Umar bin Hafidz / t.me/HabibOmar — tautan berita asli, tautan pendukung 1, tautan pendukung 2
Catatan Redaksi: Artikel ini kami susun berdasarkan ceramah beliau. Bila terdapat kekeliruan, silakan ajukan koreksi ke redaksi@majelis.info atau WA 08999150143. Jazakumullah khairan katsiran.