Menyongsong Malam Penuh Kemuliaan di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
Bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh ampunan dan keberkahan, kini telah memasuki fase akhirnya yang paling istimewa. Sepuluh malam terakhir adalah puncak dari segala ibadah, di mana setiap Muslim berlomba-lomba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di antara malam-malam mulia tersebut, terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Dalam semangat untuk meraih keutamaan malam tersebut, Majelis Al-Busyro yang berlokasi di Kampung Jati, Citayam, kembali menggelar acara agung berupa Sholat Tarawih dan Pengajian khusus pada malam yang sangat dinantikan.
Acara ini akan diselenggarakan pada hari Senin malam Selasa, tanggal 16 Maret 2026, yang bertepatan dengan malam ke-27 Ramadhan 1447 Hijriah. Momen ini menjadi sangat krusial, mengingat banyak ulama salafus shalih berpendapat bahwa Lailatul Qadar sangat mungkin jatuh pada malam ke-27. Oleh karena itu, undangan ini bukan sekadar pemberitahuan, melainkan sebuah panggilan spiritual bagi seluruh jamaah untuk bersama-sama menghidupkan malam yang penuh dengan rahmat dan ampunan di salah satu majelis yang menjadi oase rohani di wilayah Depok dan sekitarnya.
Apa Keistimewaan Menghidupkan Malam ke-27 Ramadhan?
Malam ke-27 Ramadhan memiliki tempat yang sangat khusus di hati umat Islam. Meskipun tanggal pasti Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT sebagai ujian keikhlasan hamba-Nya dalam beribadah, banyak dalil dan pendapat ulama yang mengarah pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir, dengan penekanan kuat pada malam ke-27. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin mencarinya (Lailatul Qadar), maka carilah pada malam ke-27.”
Menghidupkan malam ini dengan ibadah seperti sholat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, berarti kita sedang berupaya meraih pahala yang setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Ini adalah sebuah anugerah agung yang Allah berikan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW. Kehadiran di majelis ilmu dan dzikir seperti di Majelis Al-Busyro menjadi salah satu cara terbaik untuk mengisi malam tersebut. Beribadah secara berjamaah akan melipatgandakan semangat, menjaga kekhusyukan, dan insya Allah, doa yang dipanjatkan bersama-sama akan lebih mudah diijabah oleh Allah SWT. Ini adalah kesempatan emas yang terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.
Bagaimana Rangkaian Acara di Majelis Al-Busyro Citayam?
Untuk memaksimalkan ibadah di malam yang mulia ini, Majelis Al-Busyro telah menyusun rangkaian acara yang akan dimulai pada pukul 22.00 WIB. Acara akan diawali dengan pelaksanaan Sholat Isya dan dilanjutkan dengan Sholat Tarawih berjamaah. Diharapkan para jamaah dapat hadir lebih awal untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun batin, agar dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan tenang.
Setelah selesai Sholat Tarawih, acara akan dilanjutkan dengan sesi Pengajian. Sesi ini merupakan inti dari kegiatan malam tersebut, di mana para jamaah akan disirami dengan tausiah-tausiah yang menyejukkan hati, untaian dzikir yang menggema, serta munajat dan doa bersama yang akan dipimpin oleh para habaib dan ulama. Suasana spiritual yang kental akan membawa kita untuk merenungi dosa-dosa, memohon ampunan, dan memanjatkan harapan terbaik untuk dunia dan akhirat. Rangkaian ini dirancang untuk mengisi setiap detik di malam yang berharga ini dengan amalan yang dicintai oleh Allah SWT, hingga menjelang waktu sahur.
Apa Saja Persiapan dan Adab yang Perlu Diperhatikan Jamaah?
Mengingat antusiasme jamaah yang diperkirakan akan sangat tinggi, pihak panitia memberikan beberapa imbauan penting demi kelancaran, kenyamanan, dan keberkahan acara. Pertama, seluruh jamaah dianjurkan untuk datang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan, yaitu pukul 22.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk menghindari kepadatan lalu lintas dan memudahkan dalam mencari tempat yang nyaman untuk beribadah.
Kedua, setiap jamaah diminta untuk membawa alas sholat atau sajadah pribadi. Mengingat area majelis mungkin tidak akan cukup menampung seluruh jamaah di dalam ruangan, alas sholat ini akan sangat berguna jika harus beribadah di area luar atau pelataran. Ketiga, sebuah imbauan khusus ditujukan bagi pengendara sepeda motor untuk senantiasa mengenakan helm saat berkendara. Ini bukan hanya soal menaati peraturan lalu lintas, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan diri, yang juga merupakan ajaran penting dalam Islam.
Terakhir dan yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan Majelis Al-Busyro. Jamaah diimbau untuk tidak meninggalkan sampah, seperti alas koran atau botol minuman, di lokasi acara. Mari kita tunjukkan akhlak seorang Muslim yang cinta kebersihan dengan membawa kembali sampah pribadi atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Menjaga kebersihan adalah cerminan dari iman dan adab kita dalam memuliakan sebuah majelis ilmu. Dengan persiapan yang matang dan niat yang tulus, semoga kita semua dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar di Majelis Al-Busyro. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Dapatkan produk ini dengan harga spesial 53,5RB. Terlaris, sudah terjual 10RB+!
🛒 Cek Promo di Nabawi Scent