Kabar Duka: Cucu Guru Hadi Pisangan Berpulang
Kabar duka datang menyelimuti jamaah di Jakarta. Ustadz Muhsin bin KH. Syafi’i, sosok yang dikenal saleh dan cucu dari ulama kharismatik Guru Hadi Pisangan, telah berpulang ke Rahmatullah. Kepergiannya meninggalkan jejak kebaikan dan kenangan mendalam bagi para sahabat dan jamaah yang mengenalnya.
Profil Singkat Almarhum
- Nama Lengkap: Ustadz Muhsin bin KH. Syafi’i
- Kabar Duka: Wafat pada hari Ahad, 7 April.
- Garis Keturunan: Cucu dari ulama kharismatik, Guru Hadi Pisangan.
- Kesaksian Sahabat: Dikenal sebagai “orang bae, orang sholeh,” dan “kawan kita smua”.
- Lokasi Sholat Jenazah: Masjid Al Akyar, Pisangan.
- Lokasi Pemakaman: Pemakaman Kemiri.
Sosok Saleh yang Merangkul Semua
Ustadz Muhsin mungkin bukan nama yang sering menghiasi panggung besar, namun cahayanya terang di hati orang-orang terdekatnya. Namanya adalah sinonim dari kebaikan, kesalehan, dan persahabatan yang tulus. Darah keilmuan dan pengabdian dari sang kakek, Guru Hadi Pisangan, mengalir dalam dirinya, sebuah warisan mulia yang ia emban dengan kerendahan hati.
Kesaksian tulus dari sahabatnya, Fajar Suratman, yang pertama kali menyebarkan kabar duka, melukiskan potret almarhum dengan indah.
“Orang bae, orang sholeh… kawan kita smua.”
Dua frasa sederhana ini menyimpan makna yang begitu dalam. Beliau bukan sekadar sosok berilmu, tetapi pribadi yang perilakunya adalah cerminan ilmunya. Ia adalah kawan bagi semua, sosok yang meruntuhkan sekat dan menjadikan pergaulan sebagai ladang menanam benih persaudaraan.
Melanjutkan Warisan Kebaikan Sang Kakek
Menjadi cucu dari Guru Hadi Pisangan adalah sebuah amanah yang dijaganya dengan baik. Nama besar sang kakek tidak membuatnya jemawa, justru menjadi kompas moral dalam setiap langkahnya. Masjid Al Akyar, yang lekat dengan sejarah dakwah Guru Hadi, menjadi saksi bisu pengabdian lintas generasi ini.
Pemilihan Masjid Al Akyar sebagai lokasi sholat jenazah menjadi sebuah isyarat simbolis yang mendalam. Seolah ruhnya kembali ke rumah, ke titik awal di mana inspirasi pengabdian itu bersemi. Mengantarkan jenazahnya di masjid ini adalah cara umat untuk menghormati tidak hanya Ustadz Muhsin, tetapi juga seluruh silsilah kebaikan yang mengalir dari sang kakek.
Antaran Doa ke Peristirahatan Terakhir
Panggilan untuk memberikan penghormatan terakhir menggema cepat. Pada hari Ahad, 7 April, setelah adzan Dzuhur, umat berkumpul merapatkan saf di Masjid Al Akyar. Lautan manusia yang berduka, yang merasa kehilangan seorang sahabat dan guru, menyolatkan jenazahnya dengan khusyuk. Setiap takbir dan doa menjadi untaian cinta serta kesaksian atas kehidupan almarhum yang penuh berkah.
Dari masjid, iring-iringan jenazah bergerak perlahan menuju peristirahatan abadi di Pemakaman Kemiri. Di sanalah, jasadnya dibaringkan, diantar oleh harapan agar kuburnya menjadi taman dari taman-taman surga (raudhah min riyadhil jannah).
Wafatnya Ustadz Muhsin bin KH. Syafi’i adalah pengingat bahwa nilai sejati seorang insan bukanlah popularitas, melainkan kedalaman jejak kebaikan yang ditinggalkan di hati sesama. Ia telah berpulang, namun kisah kesalehannya akan terus hidup, menjadi inspirasi bagi “kawan kita semua”.
Paket 2 Botol Parfum Kasturi Spray 35ml Parfum Sholat Non Alkohol Halal Minyak Kasturi Original By Ghazal Parfum Minyak Kasturi Asli Parfum Kasturi Sholat Spray Tahan Lama Wangi Segar Lembut Untuk sholat dan ibadah wangi tanah suci Bonus Tasbih
Tanya Jawab (FAQ)
Siapa Ustadz Muhsin bin KH. Syafi’i?
Beliau adalah seorang pendakwah yang dikenal saleh, baik hati, dan merupakan cucu dari ulama kharismatik Pisangan, Guru Hadi Pisangan. Beliau dikenang oleh sahabat-sahabatnya sebagai ‘kawan kita semua’.
Kapan dan di mana Ustadz Muhsin dimakamkan?
Ustadz Muhsin disholatkan di Masjid Al Akyar pada 7 April setelah sholat Dzuhur, dan kemudian dimakamkan di Pemakaman Kemiri.
Apa hubungan Ustadz Muhsin dengan Guru Hadi Pisangan?
Ustadz Muhsin adalah cucu dari Guru Hadi Pisangan. Ia melanjutkan warisan dakwah dan kebaikan sang kakek dengan penuh kerendahan hati, salah satunya di lingkungan Masjid Al Akyar yang lekat dengan sejarah dakwah kakeknya.