Menjemput Berkah Lailatul Qadar Bersama Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Atthos di Masjid Jami’ Al Muntaha
Description
Suasana syahdu dan penuh pengharapan menyelimuti sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan. Inilah masa di mana setiap Muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadahnya, memburu ampunan, dan berharap dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar. Di tengah kerinduan spiritual yang memuncak ini, sebuah acara istimewa, yakni Pengajian Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Atthos, akan digelar untuk menjemput berkah di Masjid Jami’ Al Muntaha, yang beralamat di Tanjung Lengkong Berkah. Masjid yang menjadi oase rohani bagi masyarakat sekitar ini akan menggelar serangkaian ibadah istimewa pada Malam ke-26 Ramadhan. Momen ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah kesempatan emas untuk menyatukan hati, merapatkan barisan dalam shaf-shaf shalat, dan bersama-sama menengadahkan tangan, memohon rahmat dari Sang Pemilik Semesta di malam yang penuh kemuliaan.
Malam Istimewa yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Malam ke-26 Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat khusus di hati kaum Muslimin. Meskipun Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya oleh Allah SWT sebagai ujian keikhlasan dan kesungguhan, Rasulullah SAW memberikan isyarat agar kita bersungguh-sungguh mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Namun, semangat beribadah tidak pernah surut di setiap malamnya, termasuk malam-malam genap, karena rahmat Allah tercurah tanpa batas bagi hamba-Nya yang tekun. Kehadiran sebuah majelis pengajian dan ibadah bersama adalah nikmat yang luar biasa. Ia menjadi wadah untuk saling menguatkan semangat, menjaga api himmah (tekad) agar tidak padam menjelang akhir Ramadhan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” Ayat ini menegaskan betapa dahsyatnya nilai ibadah di malam tersebut. Di Masjid Jami’ Al Muntaha, para jama’ah diajak untuk tidak hanya beribadah secara individu, tetapi melebur dalam satu kesatuan zikir dan doa, menciptakan getaran spiritual yang kuat, yang diharapkan mampu menembus langit dan mengundang turunnya keberkahan serta ampunan.
Keistimewaan Pengajian Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Atthos
Sebuah majelis ilmu dan zikir akan terasa lebih bermakna dengan kehadiran seorang guru, seorang pembimbing rohani yang sanad keilmuannya tersambung hingga kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Kehadiran Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Atthos sebagai imam dan penceramah pada malam tersebut menjadi daya tarik utama. Beliau dikenal sebagai sosok yang teduh, penyampaiannya menyejukkan kalbu, dan ilmunya membawa pencerahan bagi jiwa yang dahaga. Berada dalam satu lingkaran ibadah yang dipimpin oleh seorang ulama pewaris para nabi memberikan ketenangan dan kekhusyukan yang berbeda. Kita tidak hanya melaksanakan shalat dan zikir, tetapi juga menyerap barakah dari ilmu dan akhlak beliau. Bimbingan dari seorang Habib memastikan bahwa ibadah yang kita lakukan selaras dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, mengikuti jejak langkah para salafus shalih. Inilah esensi dari sebuah pengajian yang sesungguhnya: bukan hanya transfer informasi, melainkan transfer adab, spiritualitas, dan keberkahan dari guru kepada muridnya, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menghadiri majelisnya adalah ikhtiar untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah melalui wasilah para kekasih-Nya.
Rangkaian Ibadah Penuh Makna: Dari Berbuka hingga Khatam Al-Qur’an
Rangkaian acara yang disiapkan di Masjid Jami’ Al Muntaha pada Malam ke-26 Ramadhan dirancang untuk mengisi setiap detiknya dengan amalan yang dicintai Allah. Dimulai dengan “Buka Puasa Bersama,” ini bukan sekadar momen melepas dahaga dan lapar. Lebih dari itu, ia adalah simbol ukhuwah islamiyah, di mana para jama’ah dari berbagai latar belakang duduk bersama dalam satu hidangan, berbagi senyum, dan merasakan nikmatnya persaudaraan. Kebersamaan ini kemudian dilanjutkan dengan ibadah Shalat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjama’ah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh imam akan menggetarkan jiwa, membawa para jama’ah larut dalam perenungan akan kebesaran Ilahi. Setiap rakaat menjadi perjalanan spiritual, melepaskan sejenak beban duniawi dan fokus sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Puncak dari rangkaian ibadah malam itu adalah prosesi “Khatam Qur’an”. Momen ini selalu menjadi saat yang emosional dan penuh haru, di mana seluruh jama’ah bersama-sama memanjatkan doa setelah menuntaskan pembacaan 30 juz Kalamullah. Doa yang dipanjatkan saat khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan, di malam yang mulia, dan diaminkan oleh ratusan jama’ah adalah sebuah harapan besar yang dipasrahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Masjid Jami’ Al Muntaha: Oase Spiritual di Tanjung Lengkong
Masjid Jami’ Al Muntaha sekali lagi membuktikan perannya sebagai pusat kegiatan dakwah dan syiar Islam di wilayah Tanjung Lengkong Berkah. Dengan menyelenggarakan acara semulia ini, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat sujud, tetapi juga sebagai rumah bagi umat, tempat hati-hati yang lelah menemukan ketenangan, dan tempat jiwa-jiwa yang haus mendapatkan siraman rohani. Bagi seluruh kaum Muslimin dan Muslimat yang berada di sekitar Tanjung Lengkong dan sekitarnya, acara ini adalah sebuah undangan terbuka untuk bersama-sama mengikuti Pengajian Habib Hud dan meraih sisa-sisa keberkahan Ramadhan. Sangat dianjurkan untuk hadir lebih awal agar dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khusyuk, mulai dari berbuka puasa hingga doa penutup. Semoga langkah kaki kita semua diringankan untuk dapat hadir, berkumpul dalam kebaikan, dan pulang dengan membawa ampunan serta rahmat dari Allah SWT. Mari kita makmurkan rumah-rumah Allah dan jadikan sisa Ramadhan kali ini sebagai yang terbaik dalam hidup kita.
Dapatkan produk ini dengan harga spesial 69,9RB. Terlaris, sudah terjual 10RB+!
🛒 Cek Promo di Ar Raudhah Gaharu Agarwood