Milad Zaadul Muslim ke-35 & Birrul Waalidain ke-15 di Citayam 2026
Description
Milad Zaadul Muslim ke-35 & Birrul Waalidain ke-15: Sambut Tahun Baru Islam 1448 H di Citayam
Ribuan jamaah dari Jabodetabek dan berbagai daerah bersiap menyambut momen agung di awal tahun hijriah. Sebuah perhelatan akbar yang menggabungkan Tasyakuran Milad Zaadul Muslim (ZM) ke-35 dan Birrul Waalidain (BW) ke-15 akan digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 H.
Acara penuh berkah ini akan diselenggarakan pada hari Senin, 15 Juni 2026, bertepatan dengan malam 1 Muharram 1448 H. Dimulai pukul 21.00 WIB hingga selesai, acara berpusat di markas besar majelis, Ma’had Al-Busyro, Citayam, Kabupaten Bogor.
Perhelatan tahunan ini telah menjadi magnet spiritual bagi para pecinta ilmu dan muhibbin. Dipimpin langsung oleh guru mulia Al-Ustadz Al-Habib Alwi bin Sayyidil Walid Al-Habib Abdurrahman Assegaf, malam pergantian tahun hijriah ini diprediksi akan kembali menjadi lautan manusia yang berdzikir dan bershalawat.
Tasyakuran Akbar: Milad Zaadul Muslim ke-35 & Birrul Waalidain ke-15
Perayaan ini bukan sekadar pengajian rutin biasa. Ini adalah sebuah tasyakuran atas istiqomahnya dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah yang telah berjalan puluhan tahun. Zaadul Muslim, yang kini genap berusia 35 tahun, konsisten di bawah slogan “Kebersamaan Dalam Ilmu”.
Majelis ini menjadi benteng akidah Aswaja dan wadah bagi ribuan orang untuk menambah bekal (zaad) keimanan. Di sisi lain, Birrul Waalidain yang memasuki usia ke-15 tahun, mengusung semangat “Bakti Tanpa Batas”, menekankan pentingnya adab dan bakti kepada kedua orang tua.
Profil Pimpinan Majelis: Al-Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf
Sosok sentral di balik dua majelis ini adalah Al-Mukarram Al-Ustadz Al-Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf. Beliau adalah putra sekaligus penerus estafet dakwah dari ulama kharismatik, Sayyidil Walid Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf, sang pendiri Majelis Ta’lim Zaadul Muslim.
Habib Alwi dikenal luas dengan gaya tausiyah yang tegas dan lugas, sebuah warisan otentik dari sang ayah. Beliau merupakan salah satu figur penting dalam dakwah Aswaja di Jabodetabek, yang profilnya dapat ditemukan dalam direktori ustadz kami. Metode dakwahnya bertujuan mendidik umat agar kokoh dalam prinsip agama.
Jadwal, Lokasi, & Rute Milad Zaadul Muslim 2026
Bagi para jamaah yang hendak hadir, sangat penting untuk mencatat detail informasi berikut agar perjalanan menuju lokasi berjalan lancar dan khusyuk.
Jadwal dan Waktu
- Hari, Tanggal: Senin, 15 Juni 2026
- Tanggal Hijriah: Malam 1 Muharram 1448 H
- Waktu: Pukul 21.00 WIB (Ba’da Isya) sampai selesai
Lokasi Pusat Acara
- Tempat: Ma’had Al-Busyro
- Alamat: Jalan Al-Busyro, Kampung Jati, Kel. Pabuaran, Kec. Bojonggede, Kabupaten Bogor (Area Citayam).
Panduan Rute Menuju Lokasi
Transportasi Umum: Rute termudah adalah menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Citayam. Dari stasiun, lanjutkan perjalanan dengan ojek menuju “Ma’had Al-Busyro” yang sudah sangat dikenal warga sekitar.
Kendaraan Pribadi: Arahkan kendaraan menuju Jalan Raya Citayam. Ikuti jalan utama hingga menemukan petunjuk arah atau umbul-umbul ZM dan BW yang dipasang panitia di sepanjang jalan menuju lokasi di Kabupaten Bogor.
Hikmah di Balik Slogan “Be Here or Be Blind Forever”
Salah satu slogan ikonik majelis ini adalah “Be Here or Be Blind Forever” (Hadir di Sini atau Buta Selamanya). Kalimat ini memiliki makna majazi (kiasan) yang mendalam, sebuah perumpamaan kuat untuk menggambarkan ruginya seseorang jika menjauh dari majelis ilmu.
‘Kebutaan’ yang dimaksud bukanlah kebutaan fisik, melainkan kebutaan mata hati (bashirah) dari cahaya petunjuk. Dalam perspektif tasawuf, hati yang jauh dari bimbingan ulama akan mudah tertutup kegelapan. Slogan ini adalah cambuk semangat agar kita tidak lelah mencari ilmu.
Semangat Nasionalisme Religius: Menuju Insan Merah Putih Sejati
Slogan lain yang selalu didengungkan adalah “Bersama Kita Membangun Kesadaran Beragama Menuju Insan Merah Putih Sejati”. Ini adalah penegasan manhaj dakwah majelis yang seiring dengan semangat kebangsaan dan nilai hubbul wathon minal iman.
Majelis Zaadul Muslim dan Birrul Waalidain menjadi bukti bahwa pengajian Aswaja tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga memperkokoh pondasi negara. Ini adalah cerminan kajian Islam Indonesia yang damai, toleran, dan nasionalis.
Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meraih keberkahan melimpah di malam pergantian tahun baru Islam. Mari niatkan hati untuk hadir, berdzikir, dan menimba ilmu. Bagikan informasi berharga ini kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak yang mendapatkan manfaatnya.