Description
Gema shalawat dan lantunan dzikir insya Allah akan kembali membahana di jantung Kota Pahlawan, Surabaya. Majelis Rasulullah SAW Jawa Timur, di bawah bimbingan Al-Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus, kembali mengundang segenap kaum muslimin dan muslimat untuk hadir dalam Haul Ahlul Badr Surabaya 2026, sebuah pengajian akbar yang sarat akan makna dan keberkahan. Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, bertepatan dengan momentum sakral bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, dua peristiwa agung akan diperingati secara bersamaan: Haul Ahlul Badr dan Peringatan Nuzulul Qur’an. Bertempat di lokasi yang sangat ikonik, Tugu Pahlawan Surabaya, acara ini dijadwalkan akan dimulai pada pukul 20.30 WIB hingga selesai, menjadi sebuah malam di mana ruh perjuangan para pahlawan bangsa bertemu dengan spirit perjuangan para pahlawan Islam generasi pertama. Ini bukan sekadar pengajian rutin, melainkan sebuah kesempatan langka untuk menyatukan hati, meneladani para kekasih Allah, dan menyerap cahaya Al-Qur’an di malam yang mulia.
Keistimewaan Haul Ahlul Badr Surabaya 2026
Acara mulia ini menggabungkan dua momentum agung di bulan suci Ramadhan. Penggabungan Peringatan Nuzulul Qur’an dengan Haul Ahlul Badr adalah langkah cerdas penuh hikmah. Ini seolah-olah menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah panduannya, dan Ahlul Badr adalah contoh nyata generasi pertama yang berhasil mengamalkan ajaran Al-Qur’an secara kaffah. Semangat perjuangan mereka lahir dari keyakinan mendalam terhadap wahyu yang diturunkan.
Menghormati Para Pejuang Badr
Penyelenggaraan Haul Ahlul Badr merupakan sebuah tradisi luhur dalam manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk mengenang, mendoakan, dan mengambil pelajaran (ibrah) dari perjuangan 313 sahabat mulia yang menyertai Rasulullah SAW dalam Perang Badr. Mereka adalah generasi emas yang keimanan dan pengorbanannya menjadi pondasi tegaknya panji-panji Islam. Mengadakan haul untuk mereka bukanlah sekadar seremoni, melainkan wujud mahabbah (cinta) dan penghormatan kita kepada para pejuang yang namanya telah diabadikan oleh Allah SWT dengan jaminan keridhaan-Nya. Dengan bertawassul melalui kemuliaan mereka, kita berharap keberkahan dan syafaat akan tercurah. Pengajian ini menjadi sarana untuk kita merenungi betapa beratnya perjuangan di masa awal Islam dan betapa kokohnya iman para Sahabat Ahlul Badr. Mereka rela mengorbankan segalanya demi membela kebenaran, sebuah teladan abadi yang sangat relevan untuk kita hayati di zaman yang penuh dengan tantangan ini. Kehadiran kita dalam majelis ini adalah ikhtiar untuk menyambungkan sanad ruhani kita kepada mereka, para ksatria pilihan Allah.
Merenungi Malam Turunnya Wahyu
Di sisi lain, peringatan Nuzulul Qur’an membawa kita pada refleksi yang lebih mendalam tentang sumber petunjuk utama umat Islam. Malam diturunkannya Al-Qur’an adalah malam di mana rahmat terbesar Allah SWT dilimpahkan kepada seluruh alam semesta. Kitab suci ini bukan hanya bacaan, melainkan pedoman hidup, penyembuh hati, dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Oleh karena itu, pengajian ini mengajak kita untuk tidak hanya merayakan turunnya Al-Qur’an, tetapi juga untuk berkomitmen kembali dalam membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pendahulu kita yang saleh.
Lautan Manusia di Jantung Kota Pahlawan
Pemilihan lokasi di Tugu Pahlawan dan sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, memiliki makna simbolis yang kuat. Tugu Pahlawan adalah monumen yang didirikan untuk mengenang heroisme para pejuang kemerdekaan. Dengan digelarnya Haul Ahlul Badr Surabaya di tempat ini, seakan-akan ada sebuah pesan bahwa semangat kepahlawanan dalam membela agama dan negara adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Majelis ini akan dihadiri oleh para ulama dan habaib terkemuka yang menjadi panutan umat. Insya Allah akan hadir KH. Masduqi Abdul Ghoni, KH. Mas Sulaiman Nur, KH. Zainuddin Husni, Habib Muhammad Assegaf, Habib Abdurrahman Al Attas, Habib Ahmad bin Musthofa Al Hadar, dan tentu saja sang tuan rumah, Habib Idrus Al Aydrus. Kehadiran Gus Azmi sebagai representasi generasi muda juga menjadi daya tarik tersendiri, menunjukkan bahwa dakwah ini merangkul semua kalangan. Kehadiran para alim ulama ini adalah jaminan bahwa majelis yang akan berlangsung merupakan taman di antara taman-taman surga, di mana ilmu, hikmah, dan keberkahan akan dibagikan kepada seluruh jamaah yang hadir. Bagi para pecinta majelis ilmu, info pengajian lainnya juga dapat menjadi rujukan untuk terus istiqamah dalam menuntut ilmu.
Syiar Dakwah yang Melintasi Batas
Majelis Rasulullah SAW Jawa Timur, yang merupakan bagian dari jaringan dakwah yang dirintis oleh almarhum Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa, senantiasa konsisten dalam menyebarkan dakwah yang sejuk, santun, dan penuh cinta kepada Sayyidina Muhammad SAW. Acara yang bersifat terbuka untuk umum ini merupakan implementasi nyata dari ajakan untuk bersama-sama mensyiarkan ajaran Rasulullah SAW. Seruan “Yuk semuanya.. ajak kawanmu, saudaramu, kerabatmu dan keluargamu” adalah panggilan tulus untuk berbagi kebaikan dan keberkahan. Dalam era digital saat ini, syiar dakwah tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Panitia telah memfasilitasi siaran langsung (live streaming) melalui kanal YouTube AL IDRUS TV dan laman Facebook Habib Idrus Alaydrus. Ini adalah sebuah langkah yang memungkinkan ribuan, bahkan jutaan, umat Islam di seluruh penjuru dunia yang berhalangan hadir secara fisik untuk tetap dapat mengikuti dan merasakan getaran spiritual dari pengajian akbar ini.
Sebagai penutup, acara Haul Ahlul Badr Surabaya dan Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H ini adalah sebuah kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan. Mari kita niatkan kehadiran kita untuk mengagungkan syiar Allah, untuk menunjukkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan para sahabatnya, serta untuk memperbarui komitmen kita terhadap Al-Qur’an. Semoga dengan berkumpulnya kita di majelis yang mulia ini, Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan-Nya, mengabulkan segala hajat kita, dan menjadikan kita semua sebagai umat yang senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dan para pejuang Badr. Mari putihkan kawasan Tugu Pahlawan dengan semangat mahabbah, dan biarkan langit Surabaya menjadi saksi atas kecintaan kita kepada para kekasih Allah. Sampai jumpa di lautan para perindu Rasulullah SAW.