Gema Malam Ke-28 Ramadan: Zaadul Muslim & Habib Alwi Assegaf Gelar Tarawih dan Pengajian di Al-Busyro
Description
Memasuki fase akhir bulan suci yang penuh berkah, gema spiritualitas semakin kencang terdengar di berbagai penjuru. Umat Islam berlomba-lomba memaksimalkan ibadah, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini sebagai momen turunnya kemuliaan Lailatul Qadar. Di tengah atmosfer yang khusyuk ini, sebuah panggilan untuk berkumpul dalam naungan ilmu dan zikir datang dari salah satu majelis taklim terbesar di kawasan Jabodetabek, Majelis Ta’lim Zaadul Muslim.
Majelis yang identik dengan slogan “Be Here Or Be Blind Forever” ini akan menyelenggarakan sebuah acara istimewa berupa Sholat Tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan pengajian akbar. Acara ini diharapkan menjadi oase rohani bagi ribuan jamaah yang merindukan bimbingan dan pencerahan di malam-malam mulia penghujung Ramadan.
Jadwal dan Lokasi Acara Malam Ke-28 Ramadan
Kegiatan mulia ini akan diselenggarakan pada hari Selasa, 17 Maret 2026 Masehi, yang bertepatan dengan salah satu malam yang paling dinantikan, yakni malam ke-28 bulan suci Romadlon 1447 Hijriah. Acara ini akan dipusatkan di markas besar perjuangan dakwah Zaadul Muslim, yaitu di kompleks Al-Busyro, yang berlokasi di Kampung Jati, Citayam, sebuah kawasan yang telah menjadi saksi bisu berkumpulnya lautan manusia pencari syafaat dan ilmu.
Kepemimpinan ruhani dalam majelis ini akan langsung dipegang oleh Al Ustadz Al Habib Alwi Bin Sayyidil Walid Al Habib Abdurrohman Assegaf, sosok ulama muda kharismatik yang melanjutkan estafet dakwah sang ayah, Sayyidil Walid, dalam membimbing umat menuju jalan yang diridhai Allah SWT.
Rangkaian acara akan dimulai dengan pelaksanaan Sholat Tarawih berjamaah pada pukul 22.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Waktu pelaksanaan yang terbilang larut malam ini bukanlah tanpa alasan. Ini merupakan ciri khas pengajian di malam-malam ganjil dan genap pada penghujung Ramadan, di mana para jamaah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan ibadah pribadi atau keluarga terlebih dahulu sebelum bersama-sama larut dalam kekhusyukan ibadah komunal di majelis. Usai Sholat Tarawih, acara akan dilanjutkan dengan sesi pengajian yang akan diisi oleh Habib Alwi Assegaf. Pengajian ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah proses penyiraman kalbu, di mana tausiyah yang disampaikan diharapkan mampu menggetarkan jiwa, mengingatkan kembali akan hakikat kehidupan, dan memotivasi jamaah untuk terus istiqomah di jalan kebaikan, bahkan setelah Ramadan berlalu.
Panduan dan Imbauan Penting untuk Jamaah
Lokasi Al-Busyro di Citayam sendiri telah menjadi magnet spiritual bagi jamaah Zaadul Muslim dari berbagai daerah, mulai dari Depok, Bogor, Jakarta, hingga Tangerang dan Bekasi. Mengingat antusiasme jamaah yang diprediksi akan sangat tinggi, panitia penyelenggara memberikan beberapa imbauan penting demi kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan bersama:
- Datang Lebih Awal: Para jamaah dianjurkan untuk datang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju lokasi dan untuk mendapatkan tempat yang lebih nyaman.
- Membawa Alas Sholat Pribadi: Mengingat luasnya area dan membludaknya jumlah hadirin, ketersediaan karpet atau alas dari panitia akan sangat terbatas. Setiap jamaah diminta untuk membawa alas sholat atau sajadah pribadi sebagai bentuk persiapan dan kemandirian.
- Keselamatan Berkendara: Sebuah pesan penting ditujukan secara khusus kepada para pengendara sepeda motor. Panitia dengan tegas mengimbau agar seluruh pengendara motor untuk selalu memakai helm demi keselamatan diri selama perjalanan, baik saat berangkat maupun pulang. Ketaatan pada aturan lalu lintas adalah bagian dari adab seorang muslim yang baik.
- Menjaga Kebersihan Lingkungan: Aspek kebersihan menjadi perhatian serius. Panitia menitipkan pesan luhur kepada seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan Al-Busyro. Setiap alas atau koran yang dibawa dari rumah, diharapkan untuk dibawa pulang kembali. Sampah-sampah pribadi pun diminta untuk dibuang pada tempat yang telah disediakan. Ingatlah selalu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.
Menjaga ketertiban dan kebersihan tempat majelis ilmu adalah bentuk penghormatan kita terhadap ilmu itu sendiri, kepada para guru, dan kepada sesama saudara seiman yang hadir.
Sebuah Momentum Menjemput Berkah
Malam Rabu ketiga di bulan Ramadan 1447 H ini akan menjadi sebuah momentum yang sangat berharga. Ini adalah kesempatan emas untuk menyatukan hati, merapatkan barisan dalam shaf sholat, dan bersama-sama menengadahkan tangan, memohon ampunan serta keberkahan di sisa waktu bulan suci yang mulia ini.
Kehadiran di Majelis Ta’lim Zaadul Muslim di bawah bimbingan Habib Alwi Assegaf bukan sekadar kehadiran fisik. Ini adalah sebuah ikhtiar ruhani untuk menjemput hidayah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mengisi kembali bejana jiwa kita sebelum kembali ke fitrah di hari kemenangan yang akan segera tiba. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita semua untuk dapat hadir dan meraih limpahan rahmat-Nya.