ilustrasi berita 1776644182 Ustadz Muhammad Al-Habsyi: Kunci Sukses Dunia Akhirat Ada pada Keyakinan Perintah Rasulullah

Ustadz Muhammad Al-Habsyi: Kunci Sukses Dunia Akhirat Ada pada Keyakinan Perintah Rasulullah

Ustadz Muhammad Al-Habsyi: Kunci Sukses Dunia Akhirat Ada pada Keyakinan Perintah Rasulullah

SURAKARTA, MAJELIS.INFO – Dalam sebuah tausiyah yang mencerahkan, Ustadz Muhammad Al-Habsyi menegaskan bahwa kunci utama meraih kesuksesan sejati di dunia dan akhirat adalah dengan menumbuhkan keyakinan (yaqin) yang kokoh terhadap setiap perintah Baginda Nabi Muhammad SAW. Tanpa keyakinan ini, kepatuhan hanya akan menjadi rutinitas kosong tanpa ruh spiritual.

Pesan ini disampaikan dalam pengajian bertajuk “Yang Terjadi Ketika Yakin Terhadap Perintah Rasulullah” yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya. Pengajian yang berpusat di Surakarta ini mengupas fondasi keimanan yang seringkali dianggap remeh, namun sejatinya menjadi penentu kualitas amal seorang hamba.

Makna Hakiki Kepatuhan kepada Rasulullah SAW

Ustadz Muhammad Al-Habsyi menjelaskan bahwa kepatuhan kepada Rasulullah SAW bukanlah sekadar pelaksanaan ritual secara lahiriah. Inti dari kepatuhan tersebut adalah adanya keyakinan penuh di dalam hati bahwa setiap ajaran, perintah, dan larangan dari beliau pasti mengandung kebaikan mutlak, baik yang dapat langsung dipahami oleh akal maupun yang belum terjangkau.

“Kepatuhan yang dilandasi keyakinan akan mengubah beban menjadi kenikmatan. Shalat, puasa, dan sunnah lainnya tidak lagi terasa berat, melainkan menjadi kebutuhan ruhani,” terang beliau. Ini adalah pilar utama dalam akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, yang senantiasa menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup yang tak terpisahkan, dengan bimbingan para ulama pewaris Nabi.

See also  Bentengi Akidah Gen Z, PWNU Jatim Usulkan Aswaja Center Jadi Lembaga Resmi PBNU

Relevansi Ajaran Nabi di Era Modern

Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman, Ustadz Muhammad Al-Habsyi mengajak umat untuk tidak gamang. Beliau menekankan bahwa ajaran Nabi Muhammad SAW bersifat universal dan solutif untuk segala problematika kehidupan, mulai dari urusan rumah tangga, pendidikan anak, hingga muamalah ekonomi dan sosial.

Dengan meyakini sepenuhnya petunjuk Rasulullah SAW, seorang Muslim akan memiliki pegangan yang kokoh dan tidak mudah terombang-ambing. Tausiyah ini menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya mengamalkan syariat, tetapi juga meneladani akhlak mulia (akhlakul karimah) Nabi dalam setiap interaksi. Inilah manifestasi dari prinsip Tawazun (keseimbangan) antara dalil agama dan realitas sosial, sehingga Islam benar-benar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Dakwah Digital sebagai Jembatan Ilmu

Sebagai pendakwah yang memahami dinamika zaman, Ustadz Muhammad Al-Habsyi secara efektif memanfaatkan platform digital seperti YouTube untuk menyebarkan dakwah Islam yang menyejukkan dan moderat (Tawasuth). Melalui format siaran langsung, pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau jamaah secara lebih luas, melintasi batas geografis dan waktu.

Langkah ini menunjukkan bagaimana para ulama Aswaja beradaptasi dengan teknologi untuk terus membimbing umat. Rekaman pengajian yang dapat diakses kapan saja menjadi sumber ilmu yang berkelanjutan, terutama bagi generasi muda agar tetap teguh di atas jalan kebenaran yang diajarkan oleh para salafus shalih.

FAQ Terkait Tausiyah

Bagaimana cara praktis menumbuhkan keyakinan pada perintah Rasulullah SAW?

Menurut para ulama Aswaja, keyakinan (yaqin) dapat ditumbuhkan dengan beberapa cara: 1) Memperbanyak shalawat kepada Nabi. 2) Mempelajari sirah (sejarah hidup) beliau untuk menumbuhkan rasa cinta. 3) Menghadiri majelis ilmu yang diasuh oleh guru yang sanadnya tersambung. 4) Memulai dari amalan-amalan sunnah yang ringan secara konsisten.

See also  Jelang Muktamar NU ke-35: Siapa Nakhoda Baru? Suarakan Gagasan Anda Lewat Lomba Opini Ini

Apa yang harus dilakukan jika ada perintah Nabi yang terasa sulit dipahami oleh akal?

Sikap seorang mukmin adalah sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat). Akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah-Maturidiyah) mengajarkan bahwa akal manusia terbatas, sedangkan wahyu dari Allah melalui Rasul-Nya bersifat mutlak kebenarannya. Keyakinan kita tidak boleh goyah hanya karena akal kita belum mampu menjangkau hikmah di baliknya. Sejarah membuktikan banyak sunnah yang dulu dianggap aneh, kini terbukti manfaatnya oleh ilmu pengetahuan modern, namun keimanan kita tidak bergantung pada pembuktian tersebut.


✨ Rekomendasi Pilihan Editor

📿 Koleksi Islami Terpilih

Buku, perlengkapan sholat & busana muslim pilihan terbaik

🛒 Cek Produk Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Bagaimana cara praktis menumbuhkan keyakinan pada perintah Rasulullah SAW?
Menurut para ulama Aswaja, keyakinan (yaqin) dapat ditumbuhkan dengan beberapa cara: 1) Memperbanyak shalawat kepada Nabi. 2) Mempelajari sirah (sejarah hidup) beliau untuk menumbuhkan rasa cinta. 3) Menghadiri majelis ilmu yang diasuh oleh guru yang sanadnya tersambung. 4) Memulai dari amalan-amalan sunnah yang ringan secara konsisten.

Leave a reply

Enable Notifications OK No thanks