Jejak Dakwah Habib Umar bin Hafidz: Gema Kelembutan di Indonesia

Sosok Guru Mulia Pembawa Kelembutan Dakwah

Dengan segenap puji bagi Maha Raja Tunggal sekalian alam semesta, dan limpahan shalawat atas Imam Tunggal yang terpilih memimpin di dunia dan di akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman.

Betapa tak tergambarkan kegembiraan sanubari muslimin di Indonesia setiap kali menyambut kunjungan berkala sang guru, Al-Habib Al-Allamah Assayyid Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh. Beliau adalah guru yang selalu membimbing dengan kelembutan, mencirikan kelembutan ajaran Sang Nabi SAW. Siang dan malamnya didedikasikan untuk membimbing ratusan santri dari mancanegara, sementara akhir malamnya diisi dengan munajat, berduaan dengan Sang Maha Raja, memohon curahan rahmat bagi para muridnya dan seluruh kaum muslimin.

Jejak Dakwah Habib Umar di Indonesia

Kunjungan pertama Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia terjadi pada tahun 1994. Saat itu, da’i muda yang telah mendunia ini menyambut permintaan para ulama dan habaib di Indonesia untuk menerima siswa-siswa dari tanah air untuk belajar di bawah bimbingan beliau di Tarim, Hadramaut, Yaman. Dari sinilah jalinan erat antara beliau dan Indonesia semakin kuat.

Setiap tahunnya, beliau senantiasa menyempatkan diri untuk berkunjung ke Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap kelangsungan dakwah Sang Nabi SAW di bumi dengan populasi muslim terbesar di dunia ini. Kedatangan beliau bagai pelangi indah yang muncul setelah guyuran hujan, menuntaskan kerinduan antara sang guru dan para pecintanya.

Pada tahun 1998, angkatan pertama alumni Ma’had Darulmustafa—yang baru berdiri pada tahun 1997—kembali ke Indonesia. Sejak saat itu, para alumni terus menyebar ke seluruh Nusantara, Malaysia, Singapura, hingga negara-negara lain seperti Srilanka, Amerika Serikat, dan Inggris, membawa misi dakwah yang sejuk dan damai.

See also  Doa Mendalam Habib Umar di Malam Ganjil Ramadan: Meraih Cinta Allah dan Pembebasan Sempurna

Mengenang Gema Pengajian Akbar di Jantung Jakarta

Salah satu kunjungan yang paling membekas di hati umat Islam Jakarta adalah pada November 2015. Saat itu, puluhan ribu jamaah berkumpul dalam berbagai majelis untuk menyambut kedatangan beliau.

Puncak dari rangkaian acara tersebut adalah Dzikir Nasional & Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Majelis Rasulullah SAW di Masjid Istiqlal. Acara ini menjadi lautan manusia yang rindu akan ilmu dan nasihat dari Guru Mulia, yang hadir untuk mengunjungi majelis yang didirikan oleh salah satu murid tercintanya, almarhum Al-Habib Munzir bin Fuad Almusawa.

Momen tersebut menunjukkan betapa besar cinta dan penghormatan umat Islam Indonesia kepada para pewaris Nabi Muhammad SAW.

Warisan Luhur bagi Nusantara

Selamat datang wahai Guru Mulia, pembawa semilir kelembutan. Betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di mancanegara. Murid-muridmu pun telah membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur.

Kedatanganmu adalah pelipur lara dan penghibur kesedihan bagi perjuangan murid-muridmu yang siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah Sang Nabi SAW.

Semoga Allah SWT membangkitkan semangat keluhuran di sanubari kita dan penduduk nusantara dengan wasilah kedatangan hamba-Nya yang mulia ini. Semoga kedatangan beliau menjadi hembusan rahmat bagi jutaan sanubari, mengangkat musibah dan bencana, mengampuni dosa-dosa, dan menyejukkan hati hamba-hamba-Nya di negeri ini. Amiin.

(Diadaptasi dari tulisan Habib Bagir bin Yahya)

Leave a reply

Enable Notifications OK No thanks