Dalam sebuah tausiyah penuh hikmah, Al-Habib Ali bin Umar bin Ali Assegaf menyampaikan pesan-pesan penting tentang kewajiban orang tua dalam mendidik anak dan keutamaan menuntut ilmu. Tausiyah ini semakin istimewa karena disampaikan di bulan Rajab, salah satu bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.
Tiga Kewajiban Orang Tua Menurut Habib Ali
Habib Ali menyampaikan tiga kewajiban utama orang tua terhadap anak-anaknya yang harus dipenuhi dengan penuh tanggung jawab:
Pertama, memberikan nama yang baik. Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jamaah, nama adalah doa dan identitas yang akan melekat sepanjang hayat. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian, maka baguskanlah nama-nama kalian” (HR. Abu Dawud). Memberikan nama yang baik — seperti nama-nama para nabi, sahabat, dan ulama shalihin — adalah investasi pertama orang tua untuk anaknya.
Kedua, mendidik anak menjadi shalih dan shalihah. Pendidikan di sini mencakup dua dimensi: pendidikan agama melalui mengaji dan belajar Al-Qur’an, serta pendidikan formal di sekolah. Dalam tradisi Aswaja, mengaji adalah fondasi utama — dari sinilah anak mengenal Allah SWT, Rasulullah SAW, dan akhlak mulia. Sekolah melengkapi dengan ilmu dunia yang bermanfaat. Orang tua yang mengabaikan pendidikan anak sesungguhnya sedang mempersiapkan generasi yang lemah, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan agar kita tidak meninggalkan keturunan yang lemah.
Ketiga, menikahkan anak yang sudah dewasa. Pernikahan adalah sunnah Rasulullah SAW sekaligus benteng kehormatan dan penjaga keturunan. Orang tua bertanggung jawab membantu anak-anaknya — baik laki-laki maupun perempuan — untuk menikah ketika sudah siap, bukan menunda-nunda dengan alasan materi semata. Menikahkan anak adalah bagian dari menyempurnakan agama mereka.
Kisah Nabi Sulaiman AS dan Pentingnya Ilmu
Habib Ali kemudian mengisahkan tentang kehebatan Baginda Nabi Sulaiman AS yang begitu mulia dan sukses dalam kepemimpinannya. Nabi Sulaiman dikenal bukan hanya karena kekayaannya yang luar biasa, tetapi terutama karena ilmu dan hikmah yang Allah SWT karuniakan kepadanya.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dawud dan Sulaiman” (QS. An-Naml: 15). Ilmu inilah yang membuat Nabi Sulaiman mampu memimpin manusia, jin, dan bahkan berbicara dengan burung dan semut. Ilmu mengangkat derajat seseorang melebihi harta, tahta, dan kekuasaan.
Dari kisah ini, pelajaran yang bisa dipetik: jangan hanya mengejar kekayaan dunia. Ilmu adalah kunci keberhasilan sejati. Orang tua yang membekali anak-anaknya dengan ilmu agama dan ilmu dunia sedang mewariskan kekayaan yang tidak akan habis.
Berkah Bulan Rajab: Momentum Memperbaiki Diri
Tausiyah ini menjadi sangat istimewa karena disampaikan di bulan Rajab. Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan Allah SWT, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya empat bulan haram” (QS. At-Taubah: 36).
Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah mengajarkan beberapa amalan utama di bulan Rajab:
- Memperbanyak istighfar dan taubat — Rajab sering disebut “bulan istighfar”
- Meningkatkan amal shalih dan sedekah
- Memperbaiki hubungan dengan keluarga, khususnya orang tua dan anak
- Menghidupkan majelis taklim dan pengajian di masjid maupun di rumah
- Mempersiapkan diri menyambut Sya’ban dan Ramadhan
Pesan Habib Ali tentang pendidikan anak di bulan Rajab ini adalah pengingat yang tepat: gunakan bulan mulia ini untuk introspeksi — sudahkah kita menjalankan tiga kewajiban orang tua dengan baik? Sudahkah kita membekali anak-anak dengan ilmu yang bermanfaat?
Tanya Jawab (FAQ)
Apa tiga kewajiban orang tua menurut Habib Ali bin Umar bin Ali Assegaf?
Tiga kewajiban tersebut adalah: (1) memberikan nama yang baik kepada anak, (2) mendidik anak menjadi shalih/shalihah melalui pendidikan mengaji dan sekolah, dan (3) menikahkan anak yang sudah dewasa untuk menjaga kehormatan dan keturunannya. Ketiganya adalah bentuk tanggung jawab orang tua yang ditekankan dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Mengapa bulan Rajab istimewa untuk memperbaiki pendidikan keluarga?
Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Ini adalah momentum spiritual yang tepat untuk muhasabah dan memperbaiki hubungan keluarga, termasuk mengevaluasi sudah sejauh mana kita menjalankan kewajiban sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak dengan ilmu agama dan akhlak mulia.
Semoga tausiyah Al-Habib Ali bin Umar bin Ali Assegaf menjadi pengingat dan penyemangat bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam mendidik generasi penerus yang shalih dan shalihah. Alfatihah.