October
21 Saturday

Kilas Balik Maulid di Masjid Baiturrahman: Menghidupkan Kembali ‘Cahaya di Atas Cahaya’

Sat 21 October 2023 7:15 pm - 11:00 pmAsia/Jakarta
Cakung Barat, Masjid Jami Baiturrahman Cakung Barat
MASJID JAMI BAITURRAHMAN, Jl. Pabrik Kulit, RT.8/RW.4, Cakung Barat, East Jakarta City, Jakarta, Indonesia

Description

Di tengah derasnya arus modernitas, seringkali hati terasa berjarak dengan sosok agung Baginda Nabi Muhammad SAW. Kerinduan untuk merasakan kembali getaran cinta dan kehangatan spiritual yang mampu menerangi jiwa menjadi sebuah kebutuhan. Kekosongan ini membuat langkah terasa hampa, dan kita mendambakan oase yang dapat menyegarkan kembali iman.

Momen berharga itulah yang sukses dihadirkan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Baiturrahman. Acara yang mengusung tema “Cahaya Di Atas Cahaya” ini menjadi sebuah kilas balik penuh hikmah tentang bagaimana sebuah malam dapat menyalakan kembali pelita di hati ribuan jamaah. Mari kita selami kembali keberkahan dan ilmu yang terpancar dari acara istimewa yang diselenggarakan pada 21 Oktober 2023 lalu.

Sebuah Malam Penuh Berkah di Jantung Cakung

Pada Sabtu malam, 21 Oktober 2023, Masjid Jami’ Baiturrahman yang berlokasi di Jl. Raya Bekasi KM.23, Cakung, Jakarta Timur, bermandikan cahaya dan dipenuhi gema shalawat. Ikatan Remaja Masjid Jami’ Baiturrahman (IRMA) dengan penuh semangat menjadi motor penggerak acara akbar ini, membuktikan bahwa semangat generasi muda dalam mencintai Nabinya tidak pernah padam.

Acara yang dimulai ba’da Isya ini bukan sekadar pengajian biasa. Ia adalah sebuah festival spiritual yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, semua larut dalam kekhusyukan, merayakan kelahiran sosok yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Atmosfer kebersamaan begitu kental terasa, membuktikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW mampu melampaui segala perbedaan.

Hikmah Abadi dari Para Penceramah: Meresapi Makna ‘Cahaya di Atas Cahaya’

Tema “Cahaya Di Atas Cahaya” bukan sekadar slogan, melainkan inti pesan yang disampaikan oleh para alim ulama dan habaib yang hadir. Kehadiran mereka menjadi sumber ilmu yang mencerahkan.

Salah satu sorotan utama adalah tausiyah dari Al Habib Muhammad bin Syahab, Pemimpin Majelis Ta’lim Al-Anwar. Beliau mengupas makna cinta (mahabbah) kepada Rasulullah SAW sebagai kunci untuk meraih cahaya petunjuk. Habib Muhammad menekankan bahwa mengikuti sunnah Nabi bukan hanya soal ritual, tetapi tentang meneladani akhlak mulia beliau dalam setiap aspek kehidupan—kejujuran dalam berdagang, kelembutan pada keluarga, dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Ustadz Faturrahman Al Bantani, sebagai sosok Muammar Muda, menyampaikan pesan dengan gaya yang enerjik dan relevan bagi generasi milenial. Beliau mengajak para pemuda untuk tidak minder menjadi seorang Muslim yang taat di era modern. Justru, dengan meneladani semangat, keberanian, dan integritas Rasulullah SAW di masa mudanya, generasi sekarang dapat menjadi agen perubahan positif yang membawa cahaya Islam ke lingkungan masing-masing.

Acara ini juga semakin istimewa dengan kehadiran tokoh masyarakat dan ulama kharismatik lainnya seperti Bapak M. Anwar S.SI, M.AP (Walikota Administrasi Jakarta Timur saat itu), Abuya KH. Arwani Rahman, dan KH. Ahmad Syafi’i, LC. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa spiritualitas dan kehidupan sosial adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Mengamalkan ajaran Nabi berarti menjadi warga negara yang baik, tetangga yang peduli, dan individu yang berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Lebih dari Sekadar Pengajian: Pesta Kebersamaan Umat

Kilas balik Maulid di Masjid Jami’ Baiturrahman mengajarkan kita bahwa sebuah acara keagamaan yang sukses adalah yang mampu merangkul semua kalangan. Peran aktif Ikatan Remaja Masjid menunjukkan vitalitas regenerasi dakwah. Mereka adalah bukti bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah bagi kaum tua, melainkan juga pusat kegiatan positif yang kreatif dan dinamis bagi anak muda.

Malam itu, jamaah tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga membawa kenangan akan indahnya persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyah). Mereka berkumpul dalam satu barisan, melantunkan shalawat yang sama, dengan hati yang tertaut pada cinta yang sama kepada Nabi Muhammad SAW.

Tanya Jawab Seputar Hikmah Peringatan Maulid

Apa tujuan utama dari mengadakan acara Peringatan Maulid Nabi seperti ini?

Tujuan utamanya adalah tiga hal: 1) Mengingat (Tadzkir), untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan sejarah, perjuangan, dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW. 2) Mencintai (Mahabbah), untuk memupuk dan memperdalam rasa cinta kita kepada beliau, karena cinta adalah fondasi untuk mengikuti. 3) Meneladani (Ittiba’), untuk mengambil pelajaran dan inspirasi agar bisa mengaplikasikan ajaran dan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Saya melewatkan acara ini. Apakah Masjid Jami’ Baiturrahman memiliki pengajian rutin?

Ya, acara Maulid Akbar ini adalah salah satu dari banyak kegiatan keislaman yang diselenggarakan. Masjid Jami’ Baiturrahman secara rutin menjadi pusat kegiatan ilmu dan zikir. Untuk mengetahui jadwal pengajian rutin, tabligh akbar, atau kegiatan lainnya, jamaah dianjurkan untuk memantau papan pengumuman masjid atau mengikuti informasi dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat.

Bagaimana cara menerapkan tema ‘Cahaya di Atas Cahaya’ dalam hidup saya?

Secara sederhana, ‘Cahaya’ pertama adalah Al-Qur’an dan ‘Cahaya’ kedua adalah sunnah atau pribadi Rasulullah SAW. Menerapkannya berarti: Pertama, jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan dan panduan harian. Kedua, pelajari sirah (perjalanan hidup) Nabi untuk memahami konteks ajaran beliau. Ketiga, mulailah amalkan sunnah-sunnah sederhana seperti tersenyum, menjaga kebersihan, berkata baik, dan menghormati orang tua. Cahaya itu akan terpancar dari akhlak kita.

Mengapa keterlibatan remaja masjid (IRMA) sangat penting dalam acara ini?

Keterlibatan remaja masjid sangat krusial untuk keberlangsungan dakwah. Mereka membawa energi baru, ide-ide kreatif, dan memastikan bahwa syiar Islam terus bergema di kalangan generasi muda. Keterlibatan mereka dalam acara besar seperti Maulid adalah proses kaderisasi untuk melahirkan pemimpin umat di masa depan yang memiliki kecintaan mendalam pada agamanya dan Nabinya.

Menjaga Nyala Cahaya Hingga Maulid Berikutnya

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Baiturrahman telah berlalu, namun cahayanya tidak boleh padam. Acara tersebut adalah sebuah pemantik. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga api semangat itu agar terus menyala di dalam hati. Teruslah hadiri majelis-majelis ilmu, perbanyak shalawat, dan yang terpenting, berusahalah untuk menghiasi hari-hari kita dengan akhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW. Karena perayaan Maulid yang sesungguhnya adalah komitmen seumur hidup untuk berjalan di bawah naungan cahaya petunjuknya.


✨ Rekomendasi Pilihan Editor

Koleksi Spesial Majelis (Pilihan Editor)

🛒 Cek Penawarannya Disini

Event Calendar

Saturday, 21 October 2023

7:15 pm - 11:00 pm  Asia/Jakarta
Closed
Add A Review

Refund Policy

Cancel booking before 0 days
Send Message

Send mail success

Send mail failed

Please enter input field

reCAPTCHA verification failed. Please try again.

© 2026 majelis.info. All Rights Reserved.
Enable Notifications OK No thanks